Wamen LH Sebut Sampel Cesium 137 di Cikande Dikirim ke Jepang untuk Dites

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dalam konferensi pers di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono dalam konferensi pers di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengungkapkan pemerintah telah mengirim sampel dari kawasan Cikande ke laboratorium di Jepang untuk dilakukan uji lanjutan.

"Kalau Cikande nanti setelah ini kita ngomong lah. Tapi memang Cikande kan kita masih ngumpulin untuk dari KLH-nya sendiri untuk buktinya ada sampel yang kita kirim ke laboratorium di Jepang. Jadi untuk melihat DNA-nya. DNA-nya di sini sama di sini, kita kirim apakah itu sama pencemarannya," ujar Diaz dalam konferensi pers di Menara Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (11/11).

Diaz menjelaskan, uji DNA tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pencemar yang ditemukan di Cikande memiliki kesamaan dengan sumber pencemaran lain.

Anggota Tim Khusus Pelaksana mengukur tingkat paparan radiasi terhadap temuan yang tercemar Cesium-137 (Cs-137) saat dekontaminasi di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/10/2025). Foto: Angga Budhiyanto/ANTARA FOTO

"Kalau nanti dibilang itu sama, itu baru nanti kita punya bukti untuk menuntut bahwa perusahaan ini yang mencemar," tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa proses pengujian masih menunggu hasil kajian dari laboratorium Jepang yang dikirim melalui BRIN. Data tersebut akan menjadi acuan bagi KLH untuk menentukan bentuk sanksi maupun penegakan hukum lebih lanjut.

"Jadi itu kita masih menunggu hasil kajian. Hasil dari kajian yang dikirimkan melalui BRIN. Mungkin di BRIN bisa ditanyakan berapa lama di situ," tandasnya.