Wamendagri Sampaikan Pesan Tito: Dorong Semua Kepala Daerah Bantu NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamendagri Bima Arya Sugiarto meninjau langsung lokasi pilot project (percontohan) Program Kampung Bahagia di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (15/4/2026). Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Wamendagri Bima Arya Sugiarto meninjau langsung lokasi pilot project (percontohan) Program Kampung Bahagia di RT 14, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, Rabu (15/4/2026). Foto: Kemendagri RI

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyampaikan pesan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang mendorong seluruh kepala daerah yang memiliki kemampuan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bima mengatakan Tito telah turun langsung ke NTT sejak hari pertama untuk mengoordinasikan penanganan bencana sekaligus bantuan dari berbagai daerah.

"Pak Menteri sudah langsung ke sana di hari pertama, mengkoordinasikan langkah-langkah di lapangan, dan juga mengkoordinasikan bantuan-bantuan dari berbagai daerah," kata Bima di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

Menurut Bima, sejumlah gubernur telah memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat terdampak gempa. Bantuan tersebut berupa bahan makanan hingga berbagai peralatan yang dibutuhkan di lokasi bencana.

"Alhamdulillah para gubernur memberikan bantuan natura, bahan makanan, peralatan, dan lain-lain," ujarnya.

Petugas melintas di dekat bangunan Pelabuhan Laurentius Say Maumere yang rusak akibat gempa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Foto: Gregorio J Gilbert/ANTARA FOTO

Bima menegaskan, pemerintah daerah yang memiliki kemampuan diharapkan turut mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana di NTT.

"Jadi Pak Menteri mendorong agar seluruh kepala daerah yang memiliki kemampuan untuk ikut meringankan beban Saudara-Saudara kita di NTT," tandas dia.

Adapun akibat bencana itu, sejumlah fasilitas umum hingga rumah-rumah warga rusak berat. Sementara, sejumlah 53 orang terdata meninggal dunia.