Wamenhaj Saudi Kunjungi Daker Makkah: Ada Catatan, tapi Bisa Dimitigasi Baik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat mengunjungi PPIH Daker Makkah.  Foto: Dok. Kemenag
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat mengunjungi PPIH Daker Makkah. Foto: Dok. Kemenag

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Fattah Mashat, mengunjungi kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Sabtu (28/6) waktu setempat. Ia menyampaikan apresiasinya ke PPIH terkait penyelenggaraan haji 2025.

Kunjungan ini adalah kali pertama dilakukan Abdul Fattah sebagai salah satu petinggi di Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Ia didampingi Asisten Deputi Bidang Operasional Haji, Dr. Eyad Rahbini dan Koordinator dan Supervisor (Musyrif Aam) Kantor Urusan Haji, Dr. Badr al-Sulami.

Kehadiran Wamenhaj Saudi dan delegasi diterima oleh Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi, Konsul Haji pada KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kepala Daker Makkah Ali Mahzumi, serta para Kepala Bidang dan Kepala Sektor Hotel Jemaah Haji Indonesia.

Abdul Fattah menyampaikan rasa syukur dan tahni’ah (ucapan selamat) kepada jemaah haji Indonesia yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dalam keadaan aman, nyaman, dan selamat.

Wamenhaj juga menyampaikan penghargaan kepada Raja Salman bin Abdul Aziz dan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman, atas kepemimpinan dan arahannya yang berkontribusi besar dalam peningkatan mutu layanan kepada para jemaah haji hingga penyelenggaraan haji 2025 berlangsung dengan sangat sukses.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat mengunjungi PPIH Daker Makkah. Foto: Dok. Kemenag

Haji 2025 diwarnai sejumlah catatan teknis. Namun, Abdul Fattah memahami hal itu karena jumlah jemaah Indonesia sangat besar. Catatan teknis itu juga bukan hanya terjadi pada satu misi haji saja, melainkan menjadi evaluasi umum.

“Catatan tersebut tidak sampai menodai kesuksesan haji tahun ini dan tidak sampai pada tingkat krisis. Semua berhasil dimitigasi dan diantisipasi, berkat koordinasi yang solid antara seluruh pihak, termasuk PPIH Arab Saudi, Kementerian Haji, dan para syarikah layanan,” ujar Abdul Fattah.

“Kita bisa menyaksikan bahwa pemulangan jemaah berjalan lancar, tanpa kekacauan, sebagai hasil dari koordinasi yang terus dijaga,” tambahnya.

Abdul Fattah mengatakan Kementerian Haji juga memberikan perhatian khusus kepada aspek kesehatan jemaah haji Indonesia. Ada dua aspek yang menjadi perhatian, yaitu tingkat istitha‘ah kesehatan dan jumlah jemaah wafat.

“Ini harus menjadi perhatian kita semua dalam menyusun langkah-langkah persiapan yang lebih baik di masa mendatang, termasuk dalam penyaringan, pemantauan, dan pendampingan kesehatan jemaah sejak sebelum keberangkatan,” ungkap Abdul Fattah.

Kepada Misi Haji Indonesia, Abdul Fattah menyampaikan terima kasih atas kerja sama baik dan koordinasi yang intensif yang selama ini terjalin. Semua upaya dilakukan bersama demi mendukung keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Semoga kerja sama strategis antara Indonesia dan Arab Saudi ini dapat terus diperkuat dan ditingkatkan demi pelayanan terbaik kepada Duyufurrahman,” tutur Abdul Fattah.

Evaluasi dan Persiapan

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Abdul Fattah Mashat mengunjungi PPIH Daker Makkah. Foto: Dok. Kemenag

Hal senada disampaikan Asisten Deputi Bidang Operasional Haji, Dr. Eyad Rahbini. Ia mengapresiasi kerja sama erat antara PPIH Arab Saudi dan Kementerian Haji dalam mengatasi tantangan penyelenggaraan haji.

Eyad menekankan pentingnya menjadikan pengalaman tahun ini sebagai pelajaran bersama untuk peningkatan layanan haji di masa mendatang.

“Tantangan seperti komposisi kloter yang terdiri dari berbagai syarikah berhasil diatasi melalui sistem koordinasi terpadu melalui operation room yang melibatkan Kemenhaj, delapan syarikah, dan PPIH Arab Saudi,” ujar Eyad.

“Catatan teknis lapangan telah ditangani dengan baik sepanjang operasional haji berlangsung,” sambungnya.

Koordinator dan Supervisor (Musyrif Aam) Kantor Urusan Haji, Dr. Badr al-Sulami, memastikan pihaknya juga memperhatikan kualitas layanan yang diberikan kepada jemaah haji tahun ini.

Badr al-Sulami juga menyampaikan Kementerian Haji telah memulai langkah awal persiapan haji 2026, termasuk pembentukan kelompok kerja lintas sektor yang akan mulai bekerja pekan depan.

“Kelompok kerja ini akan membahas berbagai kebijakan baru dan timeline teknis yang harus dipatuhi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan untuk menghindari kendala dan menyempurnakan pelayanan haji tahun depan,” tegas Badr al-Sulami.

Mewakili PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi rasa hormat atas keberhasilan Kerajaan Arab Saudi dalam menyelenggarakan ibadah haji 2025 di tengah tantangan global dan regional. Indonesia merasa bangga menjadi bagian dari sukses besar ini, dengan kontribusi hampir 16 persen dari total jemaah haji luar negeri.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah kedua negara, khususnya Kementerian Haji dan Umrah Saudi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia,” tutur Muchlis.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Agama (Irjen Kemenag), Khairunas, menyambut positif dan mengapresiasi kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdul Fattah Mashat, ke Kantor Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Menurutnya kunjungan ini merupakan pengakuan langsung dari Wamenhaj bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan sukses.

“Pernyataan Wamenhaj menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam mengelola pelayanan haji secara profesional dan terkoordinasi. Ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran PPIH dan bentuk nyata komitmen pelayanan terbaik kepada jemaah,” ujarnya.

Kesuksesan ini, lanjut Khairunas, sejalan dengan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Tim Pemantau Itjen Kemenag. Itjen telah menurunkan 17 orang untuk melakukan pemantauan langsung selama penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi. Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Irjen menilai bahwa secara umum penyelenggaraan haji berjalan baik.

“Semua jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan wukuf di Arafah. Tidak ada satu pun jemaah yang tertinggal atau tidak wukuf. Secara umum jemaah telah mendapatkan layanan yang baik, utamanya jemaah haji dapat melaksanakan wukuf di Arafah, tanpa seorang pun yang tertinggal,” jelasnya.