Wamenhaj Tinjau Sektor 10 Makkah, Cek Kelaikan Akomodasi Jemaah
ยทwaktu baca 2 menit

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan pengecekan untuk memastikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia di Makkah berjalan optimal. Pengecekan termasuk pada akomodasi yang memiliki jarak relatif jauh dari Masjidil Haram.
Hal tersebut disampaikan Dahnil usai melakukan inspeksi mendadak di Hotel Al-Hidayah Tower, Sektor 10, kawasan Aziziyah, Makkah.
Dalam tinjauan ini, Dahnil secara khusus menggandeng anggota Amirul Hajj yang memiliki kepakaran di bidang transportasi, yakni pengusaha jalan tol Jusuf Hamka (Baba Alun) dan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Komjen Pol (Purn) Suntana. Keterlibatan keduanya dinilai penting untuk mengevaluasi skema pergerakan jemaah.
"Sektor 10 atau Al-Hidayah ini menjadi salah satu yang menjadi perhatian utama karena merupakan hotel yang paling jauh. Jaraknya ke Masjidil Haram sekitar 12 kilometer. Karena itu, Kemenhaj memberikan perhatian khusus, mulai dari fasilitas hotel hingga layanan bus Sholawat yang menjadi andalan jemaah," ujar Dahnil, Selasa (19/5).
Meski berada di lokasi terjauh, Dahnil mengungkapkan temuan yang positif terkait kepuasan jemaah di sektor tersebut.
"Nah ternyata, justru yang minim komplain hari ini, yang minim pengaduan, itu adalah pelayanan di Hotel Al-Hidayah ini," tegasnya.
Kepuasan tersebut sejalan dengan kelengkapan fasilitas yang tersedia. Saat berkeliling, Dahnil memastikan ketersediaan kantin yang representatif sebagai pusat berkumpul jemaah, lengkap dengan keberadaan warung-warung yang menjajakan makanan khas Indonesia.
Dahnil juga mengecek area penatu mandiri. Ia memastikan jumlah mesin cuci yang disediakan cukup banyak sehingga jemaah tidak perlu antre panjang. Dahnil pun menginstruksikan para petugas di Sektor 10 untuk mengecek kelaikan fasilitas secara berkala dan segera memperbaiki jika ditemukan mesin yang rusak.
Fokus Kesehatan dan Kesetaraan Layanan
Selain fasilitas akomodasi, kesiapan layanan medis turut menjadi sorotan. Saat meninjau klinik kesehatan di Tower 4, Kemenhaj menginstruksikan tim tenaga kesehatan untuk tidak sekadar menunggu, melainkan proaktif melakukan 'jemput bola' ke kamar-kamar jemaah yang sakit, terutama sebagai langkah antisipasi menjelang fase puncak haji di Armuzna.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga berdialog dengan jemaah haji mandiri, yakni mereka yang berangkat tanpa tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Dahnil memastikan bahwa negara hadir untuk seluruh jemaah tanpa membeda-bedakan status kelompok bimbingannya.
"Para jemaah haji mandiri ini mendapatkan fasilitas yang sama seperti jemaah yang tergabung dalam KBIHU. Petugas haji tidak membeda-bedakan, semua diperlakukan sama," pungkasnya.
