Wamenkes: Corona Varian Mu Belum Masuk RI, tapi Tetap Harus Waspada
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan corona varian Mu belum terdeteksi di Indonesia.
Kepastian ini peroleh setelah dilaksanakan genome sequencing terhadap ribuan sampel.
"Di sekitar kita belum ada varian Mu. Kita sudah melakukan genome sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi," ujar Dante dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring di akun YouTube Kemenko Marves RI, Senin (6/9).
Corona varian Mu atau B.1.621 diklasifikasikan WHO sebagai variant of interest. Pernyataan tersebut disampaikan WHO di buletin pandemi mingguan yang rilis pada Selasa (31/8).
WHO mengatakan, mutasi varian ini memperlihatkan perlawanan terhadap vaksin. WHO menekankan, kini mereka sedang melakukan studi lanjutan terhadap Varian Mu.
Meski terbilang berbahaya, Dante memastikan penyebaran varian ini tidak seperti varian Delta yang memiliki tingkat penularan lebih cepat.
"Varian Mu ini terjadi di Colombia tetapi berdasarkan Yang concern pada varian Mu ini adalah varian Mu ini secara laboratorium itu mempunyai resistensi terhadap kondisi vaksin. karena itu perlu diperlukan tapi dalam konteks laboratorium tidak dalam konteks epidemiologi tetapi penyebarannya tidak sehebat penularan dari varian Delta," ucap Dante.
Dante mengimbau masyarakat tetap waspada potensi penularan virus COVID-19 dengan varian yang lebih beragam dari sebelumnya. Ia berharap varian jenis Mu ini tidak sampai ke Indonesia.
"Varian-varian baru semakin banyak kasus ini berkembang dan semakin lama pandemi ini berlangsung maka virus ini akan melakukan modifikasi dan melakukan mutasi. Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif seperti juga varian yang melanda beberapa waktu yang lalu di Peru," kata Dante.
