Wamenkes Minta Masyarakat Patuh Pakai PeduliLindungi: Proteksi dari Kontak Erat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menunjukan aplikasi Peduli Lindungi di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2020).  Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Warga menunjukan aplikasi Peduli Lindungi di Pasar Raya Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengapresiasi masyarakat karena mulai patuh menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi di ruang umum dinilai Dante sebagai langkah tepat. Sebab bisa menjauhkan masyarakat dari potensi penularan COVID-19.

"Jadi ini penting sekali proteksi dengan menggunakan peduli lindungi ini untuk menjaga masyarakat supaya tidak terjadi kontak yang erat," ujar Dante dalam konferensi pers yang ditayangkan secara daring di akun YouTube Kemenko Marves RI, Senin (6/9).

kumparan post embed

Melalui aplikasi PeduliLindungi, masyarakat dipantau langsung aktivitasnya untuk kemudian dimitigasi serta dievaluasi status mobilisasinya.

Pemerintah akan mengevaluasi tingkat mobilitas masyarakat dari seberapa sering aplikasi itu digunakan di ruang publik.

"Ada empat Kriteria kriteria hijau kuning merah dan hitam. Kriteria hitam ini adalah mereka yang kasus positif dan kontak eratnya positif ini dilakukan evaluasi agar tidak melakukan penyebaran dan meningkatkan terjadinya kasus tersebut," ucap Dante.

Dante menyebut aplikasi PeduliLindungi telah diterapkan penggunaannya dalam 6 sektor utama dan segera akan digunakan di beberapa sektor yang lainnya.

kumparan post embed

Ia memastikan, pemerintah berhasil menjaring sebanyak 1.625 orang yang masuk dalam kriteria dan berpotensi menularkan COVID-19.

"Jadi 1625 kasus ini adalah mereka yang tidak diketahui sebelumnya atau sudah diketahui sebelumnya menderita COVID-19 atau kontak erat tetapi mereka masih berkeliaran di jalan," ungkap Dante.

"Itu terutama disebabkan karena mereka terdeteksi di sektor perdagangan terutama ketika akan masuk mal," lanjut dia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin corona Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/3/2021). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Dante juga turut mengapresiasi turunnya positivity rate nasional hingga 6,97 persen mendekati rekomendasi 5% dari pihak WHO. Agar angka tersebut terus membaik tiap harinya, Dante mendorong tiap daerah untuk tiap daerah meningkatkan tracing.

Lebih lanjut, ia meminta meski kasus positif mulai melandai, masyarakat tak boleh abai terhadap protokol kesehatan. Pemerintah daerah juga harus terus menggencarkan testing, tracing dan treatment.

"Untuk daerah-daerah yang tinggi ini diharapkan untuk melakukan kegiatan tracing yang lebih optimal ketika kasusnya sudah mulai ringan seperti sekarang ini sehingga kita menghindari dari lonjakan kasus berikutnya mungkin lebih berat," kata Dante.