WamenKP ke Tim Evakuasi Korban Pesawat ATR: Terima Kasih Bantu Tanpa Kenal Lelah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan (kanan) meletakan karangan bungan saat upacara pelepasan jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan (kanan) meletakan karangan bungan saat upacara pelepasan jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Didit mengatakan, upaya pencarian dan evakuasi dilakukan dengan kerja keras tanpa henti.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Menteri Perhubungan (Dudy Purwaghandi), Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman), Kepala Basarnas (Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii), Kapolda (Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro), Panglima Kodam Hasanuddin (Mayjen TNI Bangun Nawoko), serta seluruh aparat dan seluruh relawan yang telah membantu siang dan malam tanpa kenal lelah,” ujar Didit saat upacara persemayaman di AUP Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

“Guna usaha melaksanakan kegiatan pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ini selama lebih kurang tujuh hari,” lanjutnya.

Sejumlah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusung peti jenazah Yoga Naufal untuk dimakamkan usai upacara pelepasan jenazah pegawai KKP korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Ucapan itu dilakukan untuk melepas tiga jenazah korban, yakni Kapten Pilot Andy Dahananto serta dua pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ferry Irawan dan Yoga Naufal.

Didit menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya para korban yang gugur saat menjalankan tugas negara.

“Saya pribadi dan atas nama keluarga besar Kementerian Kelautan dan Perikanan, turut berduka cita yang sangat dalam atas gugurnya tujuh kru pesawat ATR 42-500 dan pegawai Kementerian Kelautan Perikanan yang telah mengalami kecelakaan pada tanggal 17 Januari 2026 dalam rangka kegiatan operasi pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan untuk menjaga kedaulatan laut Indonesia,” tuturnya.

video from internal kumparan

Didit menegaskan, para korban layak mendapat penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka selama menjalankan tugas.

“Kita semua menjadi saksi bahwa semua almarhum dalam keadaan yang sangat mulia, menjadi syuhada dan patriot bangsa yang gugur dalam menjalankan tugas kedinasan, tugas negara dalam melaksanakan fungsi pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di wilayah perairan Indonesia,” ungkap Didit.

Sejumlah keluarga dan kerabat serta pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghadiri upacara pelepasan jenazah pegawai KKP korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Politeknik AUP Jakarta, Minggu (25/1/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Selain penghormatan, KKP memastikan pemenuhan hak bagi keluarga korban yang ditinggalkan, termasuk dukungan pendidikan bagi anak almarhum.

“Untuk itu, Kementerian Kelautan Perikanan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan jasa para almarhum selama bertugas di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Didit.

“Bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan, tentunya akan diberikan santunan sesuai ketentuan yang berlaku serta anak almarhum akan diberikan beasiswa pendidikan,” tandasnya.

Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026). Foto: Muchtamir/ANTARA FOTO