Wamenlu Anis Matta Berharap Warga Suriah Mulai Kehidupan Baru yang Lebih Baik
·waktu baca 2 menit

Indonesia terus memantau situasi di Suriah yang kian memanas sejak pekan lalu. Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta seraya menyerukan proteksi keamanan dan keselamatan rakyat Suriah kepada pihak-pihak terkait.
Usai desakan pemberontak yang menguasai kota-kota strategis, pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad tumbang pada Minggu (8/12). Assad dan keluarga kabur ke Rusia.
Dalam pernyataannya, Wamenlu Anis Matta menegaskan bahwa Indonesia menghormati keutuhan wilayah Suriah. Ia pun berharap agar rakyat di negara tersebut dapat memulai kehidupan baru yang lebih baik.
"Konsensus politik nasional, transisi demokratis yang damai, serta rekonstruksi/pemulihan ekonomi dan pembangunan sebagai prioritas Suriah di tahap selanjutnya,” seperti dikutip dari pernyataan resmi Kemlu, Senin (9/12).
Sehari sebelumnya, Kemlu juga menegaskan bahwa Indonesia telah memantau perkembangan di Suriah dengan saksama.
“Khawatir akan dampaknya terhadap keamanan kawasan serta konsekuensi kemanusiaan yang ditimbulkan,” tulis pernyataan Kemlu RI pada Minggu (8/12) malam.
Melalui pernyataan itu, Kemlu menyebut krisis di Suriah hanya bisa diselesaikan melalui proses transisi yang komprehensif, demokratis, dan damai yang mengutamakan kepentingan rakyat Suriah, sekaligus menjaga kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas teritorial Suriah.
Indonesia mendorong semua pihak untuk memastikan perlindungan terhadap warga sipil sesuai dengan hukum internasional, terutama hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional.
Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus juga telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia. Selain menetapkan status siaga 1 di seluruh wilayah, pihak terkait telah berkoordinasi dalam menyusun persiapan evakuasi WNI ke lokasi yang lebih aman jika situasi memburuk.
