Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Wamenlu Anis Matta Sebut Negosiasi Tahap 2 Gencatan Senjata Gaza Penuh Tantangan
26 Februari 2025 18:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta, menilai negosiasi tahap kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas akan menghadapi banyak kendala.
ADVERTISEMENT
Pernyataan ini disampaikan selepas acara Indonesia untuk Palestina: Solidaritas, Aksi Nyata, dan Harapan Baru di Jakarta, Rabu (26/2).
“Proses ini baru memasuki tahap dua. Pasti ada banyak kendala teknis dalam pemahaman antara kedua pihak. Tapi kita yakin, insya Allah, perjanjian tahap dua ini bisa berjalan, karena penyerahan tawanan sudah terjadi dari kedua belah pihak,” ujar Anis kepada media.
Ia berharap semua pihak, termasuk Israel dan Hamas, mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
“Tahap satu sudah lewat. Kita berdoa agar tahap dua ini berjalan lancar,” tambahnya.
Israel Tahan Pembebasan Sandera Palestina
Proses pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas yang seharusnya berlangsung pada Sabtu (22/2) mengalami hambatan.
Hamas telah membebaskan enam sandera Israel, tetapi Israel menunda pelepasan sekitar 600 tahanan Palestina.
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut alasan di balik keputusan tersebut adalah seremoni pembebasan yang dilakukan Hamas.
Dikutip dari AFP, setiap sandera Israel yang dibebaskan selalu dilepas dalam sebuah seremoni yang dianggap Netanyahu sebagai propaganda Hamas.
“Karena banyak pelanggaran yang dilakukan Hamas, termasuk seremoni yang mempermalukan tahanan kami setiap pembebasan, kami memutuskan untuk menunda melepaskan ‘teroris’ yang rencananya akan dilepaskan hari Sabtu, sampai pelepasan sandera berikutnya tanpa seremoni,” bunyi pernyataan kantor Netanyahu, dikutip Minggu (23/2).
Sejak gencatan senjata berlaku pada 19 Januari 2025, Hamas telah membebaskan 25 sandera Israel melalui seremoni yang selalu disertai arak-arakan milisi bersenjata.
Dalam seremoni itu, sandera yang dibebaskan melambaikan tangan dan memberikan pernyataan singkat kepada warga Gaza yang berkumpul.
ADVERTISEMENT
Pada Kamis (20/2), Hamas juga mengembalikan tiga jenazah sandera dalam peti mati, yang kemudian dikecam oleh PBB.
“Mengarak jenazah seperti itu sangat keji dan melanggar hukum internasional,” kata Volker Turk, Kepala Badan HAM PBB (UNHCR).
Palang Merah Internasional telah beberapa kali meminta Hamas untuk melepaskan sandera secara privat, tetapi permintaan itu ditolak.