Wamensos Ajak GSN Kolaborasi Kuatkan Program Pemberdayaan Sosial
·waktu baca 3 menit

Kementerian Sosial (Kemensos) mengajak Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) kolaborasi dalam penguatan program pemberdayaan sosial. Sinergitas ini dinilai penting untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ajakan itu disampaikan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat menerima audiensi GSN di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (27/4). Hadir dalam pertemuan itu Ketua GSN Letjen (Purn) Teguh Arief; Sekretaris Ghrawiraharto Wicaksono; Direktur Kelembagaan GSN Nuryana; Ketum Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI) Munifah Syanwani; dan Senior Staf YGSN Bambang Sutrisno.
"Kemensos tidak bisa sendirian, ayo dengan GSN, PPUMI (berkolaborasi) untuk melanjutkan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden," kata Agus Jabo.
Agus Jabo menjelaskan, saat ini Kemensos sedang menguatkan program pemberdayaan sosial. Salah satunya adalah Kampung Berdaya Kemensos yang prototipenya dilakukan di Jawa Tengah.
Melalui program itu, Kemensos bersinergi dengan filantropi memberdayakan para ibu di desa untuk memiliki keterampilan dalam memproduksi berbagai kerajinan berbahan dasar eceng gondok. Produk seperti tempat sampah dan kotak tisu yang dibuat selanjutnya dipasarkan hingga ke luar negeri. Hasil penjualannya pun mampu menjadi penghasilan tambahan bagi ibu-ibu yang terlibat.
Agus Jabo mengatakan, program pemberdayaan tersebut, pemerintah berupaya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak bergantung pada bansos dan hidup lebih mandiri.
"Mari kita berkolaborasi untuk memberdayakan masyarakat miskin menjadi mandiri," ujarnya.
Lebih lanjut Agus Jabo menekankan bahwa ajakan kolaborasi dengan GSN menjadi upaya pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan. Hal ini sesuai dengan arahan Prabowo.
"Kita diminta kolaborasi. Kita enggak ingin di bawah Pak Presiden ini masyarakat masih miskin. Mari kita bangkit bersama-sama," tegas dia.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua GSN Letjen (Purn) Teguh Arief juga menyampaikan keinginannya untuk mengajak Kemensos bekerja sama dalam kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional yang rencananya digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Mei 2026 mendatang. Tema yang diangkat adalah 'Kebangkitan Terhadap Indonesia untuk Mewujudkan Generasi Emas Menuju Indonesia Emas 2045'.
"Kami mengajak Kementerian Sosial karena di Kementerian Sosial juga ada bidang pendidikan, yaitu Sekolah Rakyat," kata Arief.
Arief mengungkapkan, saat ini konsep acara tersebut sedang dalam proses pematangan. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Hashim Djojohadikusumo sebagai pengurus Yayasan GSN dan Presiden Prabowo selaku Ketua Dewan Pembina GSN. Namun, ia menyebut, salah satu kegiatan yang akan ditampilkan adalah pameran UMKM hingga pemberian kacamata gratis dari presiden.
"Nanti di celah-celah itu ada bantuan dari presiden yang sudah disampaikan oleh presiden kepada kami adalah bantuan kacamata, kacamata pintar untuk orang tua," ungkap Arief.
Menanggapi hal itu, Agus Jabo menyambut baik ajakan GSN. Ia berharap nantinya Kemensos dapat berkontribusi melalui penampilan paduan suara murid-murid Sekolah Rakyat.
"Nanti kasih tahu saja format acaranya seperti apa, kontribusi Kemensos di acara juga nanti seperti apa, tetapi kalau boleh kami usul, kami minta satu slot acara misalnya paduan suara Sekolah Rakyat atau apa," tutur Agus Jabo.
