Wamensos Resmikan Taman Anak Sejahtera & Salurkan Bantuan Atensi di Surakarta

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Foto: Kemensos RI

Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Kehadirannya tersebut sekaligus untuk meresmikan Taman Anak Sejahtera "Sae" di Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo menjelaskan bahwa Taman Anak Sejahtera (TAS) "Sae" merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya bagi masyarakat rentan.

"Lewat Taman Anak Sejahtera, kami ingin membuktikan negara hadir. Negara hadir untuk keluarga anak-anak yang kurang mampu yang butuh didampingi negara,

TAS "Sae" yang berdiri di Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta merupakan salah satu dari 11 Taman Anak Sejahtera yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial. Agus Jabo pun menambahkan bahwa melalui TAS, Kemensos memberikan dukungan kepada keluarga rentan yang kerap kali kesulitan memberikan pendidikan dan pengasuhan bagi anak karena kesibukan kedua orang tua mencari nafkah.

Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Foto: Kemensos RI

Karena itulah, TAS berfungsi bukan hanya sebagai penitipan anak, tapi juga menyediakan pendidikan dini, menjamin pemenuhan gizi, kesehatan dan tumbuh kembang anak sesuai usianya.

"Di sini, anak-anak akan dibimbing, di sini akan dirawat, di sini akan dikembangkan," imbuh Agus Jabo.

Anak-anak yang dititipkan di TAS "Sae" akan dipantau perkembangannya melalui aplikasi Si Kumbang yang dikembangkan oleh Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso. Melalui aplikasi ini milestone tumbuh kembang anak terus dipantau dan anak pun diberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Misalnya saja, apabila anak menunjukkan kecenderungan keterlambatan bicara (speech delay), maka anak tersebut akan dibimbing dan mendapatkan terapi bicara agar bisa tumbuh sesuai anak seusianya.

Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Foto: Kemensos RI

TAS "Sae" sudah mulai beroperasi pada 17 Juli 2026 lalu. Saat ini, TAS "Sae" bisa menampung 20 anak usia 4 bulan hingga 8 tahun.

Yuni Tri Budi Astuti (45) adalah ibu dari Layticia (7) yang saat ini menitipkan putri keduanya tersebut di TAS "Sae". Sebagai orang tua tinggal yang harus menafkahi dua orang putri, ia merasa samgat terbantu dengan keberadaan TAS. Sebelumnya, ia harus membawa Cia, panggilan akrab putrinya, berkeliling berjualan kue.

"Sangat bermanfaat. Dulu, anak saya bawa jualan dari pagi sampai panas. Sekarang saya titip di sini, sore saya jemput. Saya tidak mengkhawatirkan makannya, kebersihannya, jam tidurnya, semua terjamin," ungkap Yuni senang.

Peresmian TAS "Sae" hari ini berlangsung meriah. Anak-anak TAS pun tampil penuh percaya diri di depan seluruh undangan yang hadir. Tak kalah seru, para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Sukoharjo pun turut memeriahkan acara dengan penampilan Tari Gambyong dan Polisi Cilik.

Wamensos Agus Jabo Priyono menghadiri Gebyar Taman Anak Sejahtera di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026). Foto: Kemensos RI

Seluruh anak yang hadir pun penuh semangat bernyanyi dan menari bersama Agus Jabo dan wakil penasihat Dharma Wanita Kemensos Intan Agus Jabo Priyono di depan panggung. Suasana semakin meriah ketika Agus Jabo dan Intan memberikan tebak binatang kepada anak-anak.

Tak hanya anak-anak yang menikmati keseruan peresmian TAS "Sae". Beberapa orang tua mereka pun turut mendapakan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Sentra Terpadu Prof. dr. Soeharso Surakarta.

Bantuan yang diberikan yaitu bantuan paket usaha keripik senilai Rp 4.048.524 untuk Pargiyanti, bantuan paket pengembangan usaha jajanan snack senilai Rp 3.254.723 untuk Yuni Tri Budi Astuti, paket usaha cireng dan dimsum senilai Rp 2.491.174 untuk Surti Handayani, bantuan paket usaha jasuke dan tempura senilai Rp 2.981.525 untuk Erfiana Eka Yuniarti serta bantuan pemenuhan hidup layak non pangan senilai Rp 3.076.785 untuk Anggri Hapsari.