Wanita di Bali Mengaku Tertembak Airsoft Gun Pengemudi Mobil, Polisi Buru Pelaku

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perempuan di Bali Tertembak Airsoft Gun dari Mobil Pelat B/Dok. Polres Badung
zoom-in-whitePerbesar
Perempuan di Bali Tertembak Airsoft Gun dari Mobil Pelat B/Dok. Polres Badung

Seorang perempuan berinisial NIP (33) mengaku tertembak peluru airsoft gun saat melintas di Jalan Raya Ayunan, Desa Ayunan, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/8) sekitar pukul 14.30 WITA lalu.

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh polisi, peluru tersebut berasal dari sebuah mobil Lexus warna putih dengan pelat nomor polisi B 66 FRD.

"Terlapor melepaskan tembakan dari dalam mobil, sehingga mengenai kaca helm korban, yang mengakibatkan korban mengalami luka," kata Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana, Senin (15/8).

Kasus ini bermula pada saat korban berkendara dengan sepeda motor dari arah utara ke selatan. Pada arah berlawanan, mobil warna putih parkir di pinggir jalan.

Saat berpapasan dengan mobil, korban merasakan sebuah benturan keras di kaca helm dan matanya perih. Benturan tersebut diduga berasal dari peluru yang ditembakkan seseorang dari mobil itu.

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

"Tiba-tiba pelapor merasakan benturan di kaca helm dan mata korban merasa perih, sehingga korban berhenti untuk melihat kondisi muka korban karena keluar darah dan kaca helm berlubang serta kaca mata korban pecah,"kata Sudana.

Korban lalu minta tolong kepada pengendara yang sedang melintas untuk memanggil pengemudi mobil itu. Namun, salah satu penumpang dari mobil itu berteriak menyatakan, airsoft gun tidak memiliki peluru.

"Kemudian dari salah satu orang yang di dalam kendaraan roda empat warna putih yang parkir tersebut keluar dan memberi tahu ke korban dan berkata, 'Mbak itu angin tidak berisi peluru'. Kemudian korban menjawab, 'Kalau tidak berisi peluru kenapa helm saya bisa bolong'. Dan orang tersebut kembali ke kendaraannya," kata Sudana meniru percakapan antara korban dan pelaku.

Korban tidak terima dengan perlakuan pelaku. Korban akhirnya melaporkan pelaku dengan kasus penganiayaan ke polisi. Polisi kini masih memburu pelaku.