Wanita Hamil di Medan Ditendang Preman, Suaminya Ditampar Berkali-Kali

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengeroyokan. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Beredar video memperlihatkan pasangan suami istri dianiaya dua preman di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, pada Rabu (3/6) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dalam video itu, tampak pasangan suami istri tersebut yang tengah mengendarai sepeda motor dihentikan oleh pelaku. Tanpa alasan yang jelas, salah satu pelaku menendang istri korban yang tengah hamil muda. Sementara suaminya ditampar dan dianiaya berkali-kali.

Bahkan, salah satu pelaku tampak mengeluarkan senjata api mirip pistol. Ia terlihat mengarahkan senjata itu ke pasutri tersebut.

Kanit Jaga Cegah Sigap (JCS) Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, membenarkan insiden itu. Pelaku berinisial Z dan J diamankan di sebuah bengkel di sekitar lokasi kejadian pada Rabu (3/6) malam.

"Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan berinisial Z dan J sedang berada di bengkel di Jalan Baru Pasar 7, Medan Tembung. Kemudian pada Rabu sekitar pukul 23.00 WIB, Tim JCS Polrestabes beserta Tim Opsnal Resmob Polrestabes Medan berhasil mengamankan terduga pelaku," kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatan penganiayaan terhadap pasangan suami istri tersebut.

Kedua pelaku mengaku melakukan penganiayaan karena korban berhenti di depan terowongan rel sehingga membuat macet kendaraan yang melintas. Korban tak mau melintasi terowongan karena di sana sedang terjadi tawuran.

"Keterangan terduga pelaku Z dan J, mereka melakukan pemukulan karena korban berhenti di depan terowongan rel Pasar 7 Jalan Baru dengan alasan korban membuat macet. Dia menyuruh korban melanjutkan perjalanan, tetapi korban tidak mau karena saat itu sedang terjadi tawuran di atas rel," ujar Bimo.

Pelaku berinisial J menendang perut istri korban yang sedang hamil. Ia menendang wanita hamil tersebut karena takut korban merekam aksi tawuran yang terjadi di atas terowongan menggunakan ponsel.

"Selanjutnya, terduga pelaku J melihat istri korban mengeluarkan ponsel. Pelaku J kemudian menendang istri korban hingga mengenai perut korban. Dia menendang karena takut korban merekam dan memviralkan tawuran di rel," sambung Bimo.

Setelah menendang korban, pelaku J kembali ke bengkel untuk mengambil air gun dengan maksud menakut-nakuti korban agar pergi dari tempat kejadian perkara (TKP).

Pelaku Z juga memukul wajah suami korban berulang kali.

"Di waktu bersamaan, terduga pelaku Z melakukan pemukulan ke suami korban secara berulang di bagian wajah korban. Pemukulan dilakukan agar korban segera maju dan tidak berhenti karena takut rumahnya menjadi sasaran amukan pelaku tawuran yang terjadi di rel," pungkasnya.