Wanita Hamil yang Ditendang Preman di Medan Akan Cek Kondisi ke RS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Polrestabes Medan akan mendampingi wanita hamil yang ditendang preman ke rumah sakit untuk mengetahui kondisi kehamilannya. Korban sendiri dianiaya preman bersama suaminya di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Rabu (3/6) pukul 18.30 WIB.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, mengatakan selain itu korban juga telah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

"Korban sudah membuat laporan polisi. Korban ini juga mau ke rumah sakit. Nanti kita dampingi untuk mengecek kondisi dari kandungan," kata Adrian Risky Lubis saat ditemui di kantornya, Kamis (4/6).

Dalam peristiwa ini, korban dianiaya bersama suaminya di Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung. Pelaku yang menendang korban diketahui bernama Julpikar. Sementara yang menganiaya suaminya bernama Zulyarham.

Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) wanita hamil ditendang preman di Medan, Kamis (4/6/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Kanit Jaga Cegah Sigap (JCS) Polrestabes Medan, Iptu Ramadhani Bimo Setiadi, mengatakan bahwa kedua pelaku telah ditangkap pada Rabu (3/6) malam.

"Opsnal Unit Resmob Sat Reskrim Polrestabes Medan mendapatkan informasi bahwa terduga pelaku penganiayaan sedang berada di bengkel. Kemudian tim Opsnal Resmob Polrestabes Medan berhasil mengamankan terduga pelaku," kata Bimo dalam keterangannya, Kamis (4/6).

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengakui perbuatan penganiayaan terhadap pasangan suami istri tersebut.

Kedua pelaku mengaku melakukan penganiayaan karena korban berhenti di depan terowongan rel sehingga membuat macet kendaraan yang melintas. Korban tak mau melintasi terowongan karena di sana sedang terjadi tawuran.

Kini kedua pelaku mendekam di tahanan Polrestabes Medan.