Wanita Iran Ditembak Polisi hingga Koma karena Tak Pakai Hijab Saat Mengemudi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita Iran. Foto: AFP/ATTA KENARE
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita Iran. Foto: AFP/ATTA KENARE

Seorang wanita di Iran ditembak polisi kota Noor, Iran Utara, hingga koma karena diduga melanggar aturan wajib berjilbab negara tersebut.

Dikutip dari Guardian, menurut laporan kelompok hak asasi manusia, wanita bernama Arezoo Badri itu ditembak karena mengemudi tanpa mengenakan hijab.

Tahun 2023 lalu, pemerintah Iran mulai menggunakan CCTV untuk mengidentifikasi pengemudi wanita yang tidak mengenakan jilbab lalu menyita kendaraan mereka. Kemungkinan, mobil Badri telah terdeteksi sebelumnya, yang kemudian ditandai oleh pihak berwenang.

Saat polisi menghentikan mobilnya pada 22 Juli lalu, Badri tidak mematuhi perintah untuk menepi. Polisi pun melepaskan tembakan ke arah kendaraan itu.

Seorang komandan polisi di Noor mengonfirmasi insiden penembakan tersebut, tanpa menyebutkan identitas Badri.

Akibat tembakan itu, Badri mengalami koma dan kini dirawat di sebuah rumah sakit di Teheran.

Massa pro-pemerintah berdemonstrasi menentang pertemuan protes terkait kasus Mahsa Amini di Iran, di Teheran, Iran, Jumat (23/9/2022). Foto: WANA via REUTERS

Seorang dokter yang tahu dengan kasus ini mengatakan kondisi Badri sulit dipantau karena rumah sakit tersebut adalah fasilitas militer yang dijaga ketat.

"Kami tidak mendapat kabar tentang kondisinya karena itu adalah rumah sakit militer yang dijaga ketat dan dimiliki oleh polisi. Saya tidak punya dokter dari rumah sakit yang akan memberikan informasi," ungkap dokter itu kepada Guardian.

Ia merupakan dokter yang secara diam-diam merawat korban kekerasan seksual dan luka tembak dalam aksi protes "Perempuan, Hidup, Kebebasan" setelah kematian Mahsa Amini pada 2022.