Wanita Ponorogo Tewas di Rumahnya: Ada Luka Lebam, Polisi Cari Anaknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat olah TKP seorang perempuan bernama Nur Aini (55 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat olah TKP seorang perempuan bernama Nur Aini (55 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Senin (26/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

Nur Aini (55 tahun), perempuan warga Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jatim, ditemukan tewas di rumahnya pada Senin (26/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka di tubuhnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat RSUD dr. Harjono Ponorogo, Sugianto, mengatakan hasil autopsi korban sejauh ini menunjukkan adanya kekerasan benda tumpul di beberapa bagian tubuh korban

Luka itu ditemukan di area kepala, leher sebelah kiri, kedua tangan, serta paha sebelah kanan.

"Korban mengalami luka di bagian kepala, leher sebelah kiri, tangan kanan dan kiri, serta paha. Selain itu terdapat luka lebam di sejumlah titik," kata Sugianto kepada wartawan, Selasa (27/1).

Sugianto menyampaikan, jenazah korban diterima pihak rumah sakit sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisinya menunjukkan tanda-tanda lebam.

Dari pemeriksaan awal, kematian korban diperkirakan lebih dari satu hari sebelum ditemukan.

"Kondisi jenazah sudah mulai lebam dan menunjukkan tanda-tanda kematian lebih dari 24 jam," ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, mengatakan pihaknya masih terus menyelidiki kematian korban.

Pihaknya kini masih mencari keberadaan anak korban berinisial A. Sebab, korban diketahui tinggal serumah dengan anaknya.

"Anak korban ini nomor teleponnya tidak dapat dihubungi, juga tidak diketahui keberadaannya. Tapi kami belum berani menyimpulkan sebelum ada titik terang, mohon masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi," kata Imam.