Wanita Tewas di Bawah Flyover Sidoarjo, Sempat Berteriak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock

Warga Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, digegerkan dengan penemuan sosok mayat wanita. Korban ditemukan tergeletak di tepi jalan raya tepatnya di bawah Flyover Aloha pada Minggu (24/5).

Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Lenny Soejatno (50), warga Kecamatan Waru, Sidoarjo.

"Ya benar, ada penemuan mayat perempuan di bawah Flyover Aloha, Desa Sawotratap, Sidoarjo. Korban berinisial LS, usia 50 tahun, alamat Waru," kata Novi saat dikonfirmasi, Senin (25/5).

Novi menyampaikan, penemuan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, seorang saksi yang bekerja sebagai Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) di lokasi kejadian, MM, didatangi oleh sepasang suami istri (pasutri) yang sedang berboncengan motor.

Pasangan tersebut menginformasikan bahwa ada seorang wanita yang tergeletak di pinggir jalan.

"Dengan cepat saksi satu mengecek kebenarannya dengan pengendara sepeda motor tersebut (pasutri) mengecek bahwasanya benar ada perempuan yang tergeletak di tepi jalan," ucapnya.

MM kemudian mencoba membangunkan korban namun sama sekali tidak memberikan respons. Saksi lalu meminta pasutri untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gedangan.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP awal.

"Dalam olah TKP tidak ditemukan luka dalam tubuh korban. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit terdekat," ujarnya.

Kemudian, saksi kedua yakni teman dari MM berinisial JP menerangkan bahwa saat dirinya beristirahat di warung kopi dekat Flyover Aloha, melihat korban berjalan mondar-mandir sekitar pukul 12.30 WIB.

"Ke barat, ke timur dan menyeberang jalan kemudian kembali lagi ke TKP sambil berteriak-teriak seperti orang depresi," katanya.

Kemudian, dari keterangan saksi lainnya yakni kakak kandung korban, EW, bahwa Lenny keluar rumah tanpa izin sejak pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.

"EW menjelaskan bahwasanya korban pernah diagnosa atau melakukan perawatan dengan sakit depresi di rumah sakit Waru ya tahun 2024," ujarnya.

"Dan juga EW saksi 3 ini Kakak kandung menjelaskan juga pernah berobat juga di rumah sakit Polda pada tahun 2025," tambahnya.

Saat ini, pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan proses autopsi jenazah. Meski begitu, polisi masih mendalami penyebab kematian wanita itu.

"Kemudian dari pihak keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi mayat," katanya.