Wanita-wanita Pembunuh dari Korea Utara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Militer wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)
zoom-in-whitePerbesar
Militer wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)

Dua orang wanita yang diduga agen Korea Utara dituding sebagai pembunuh Kim Jong Nam, abang tiri Kim Jong Un, di Malaysia awal pekan ini. Jika tudingan ini benar, maka ini bukan kali pertama Korut menurunkan wanita untuk pekerjaan kotor.

Menurut saksi mata yang dikutip Reuters, ada dua wanita bersama Jong Nam di bandara Malaysia saat pria berusia 45 tahun itu hendak terbang ke China. Tidak lama Jong Nam sakit dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Kedua wanita yang saat ini buron itu kini tengah diburu kepolisian Malaysia. Jika benar mereka pelakunya, berarti modus Korut menurunkan wanita untuk pembunuhan masih belum hilang.

Kim Jong Nam. (Foto: REUTERS/Eriko Sugita)
zoom-in-whitePerbesar
Kim Jong Nam. (Foto: REUTERS/Eriko Sugita)

Pembunuhan terbesar yang dilakukan wanita agen mata-mata Korut terjadi pada tahun 1987. Saat itu, agen intelijen Korut bernama Kim Hyon Hui meledakkan pesawat maskapai Korean Air nomor penerbangan 858 yang menewaskan 115 orang.

Dalam melakukan misi itu, Hyon Hui, ditemani mata-mata legendaris Korut Kim Seung Il. Hyon Hui meletakkan bom di bagasi kabin saat pesawat tujuan Seoul dari Baghdad itu transit di Dubai. Pesawat Boeing 707 tersebut meledak di atas Laut Andaman saat menuju negara transit kedua, Thailand. Seluruh penumpang dan kru tewas dalam peristiwa itu.

Hyon Hui yang saat itu baru berusia 25 tahun berhasil ditangkap di Bahrain. Ketika hendak ditangkap, Hyong Hui dan Seung Il berusaha bunuh diri dengan pil sianida. Seung Il tewas seketika, sedangkan Hyong Hui berhasil diselamatkan di rumah sakit.

Tentara wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)
zoom-in-whitePerbesar
Tentara wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)

Dia kemudian diterbangkan ke Seoul untuk diadili. Pengadilan Seoul lantas menjatuhinya hukuman seumur hidup. Namun dia kemudian diampuni oleh Presiden Korsel Roh Tae Woo. Alasannya, presiden Korsel yakin Hyon Hui adalah korban cuci otak rezim Kim Jong Il di Korut.

Sejak saat itu, dia hidup sebagai pembelot di Korsel. Dia dikelilingi pengawal karena hidupnya dalam bahaya. Setelah 26 tahun berselang, Hyon Hui angkat bicara.

Dalam wawancara kepada ABC News di tahun 2013, dia mengatakan pengeboman itu untuk membuat takut atlet internasional yang akan datang ke Olimpiade Seoul tahun 1988. Dalam merencanakan aksi itu, wanita ini mengaku telah dilatih selama delapan tahun.

Selain pelatihan mata-mata, dia dicuci otak. Pikirannya baru terbuka setelah melihat seberapa modernnya Seoul, berbeda dengan yang selama ini dicekoki oleh rezim Pyongyang.

Barisan militer wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)
zoom-in-whitePerbesar
Barisan militer wanita Korea Utara. (Foto: Dok. Wikimedia)

Tidak semua agen wanita Korut digunakan untuk tujuan kekerasan. Pada tahun 2014 terbongkar tugas lain dari para agen wanita Korut, yaitu sebagai penggoda para pria.

Dalam "program penanaman benih" yang diungkap Telegraph tahun 2014 lalu, para wanita dalam skema ini diturunkan untuk "menemani" para pengusaha dan jurnalis asing yang datang ke Pyongyang.

Para wanita itu kemudian akan mengaku dihamili oleh target. Cara ini digunakan untuk memeras para korbannya.