Wapres JK: Kenapa Mahasiswa Demo Bawa Isu SARA ke Rumah SBY?

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden RI - Jusuf Kalla. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan aksi demontrasi mahasiswa di rumah Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono kemarin. JK mempertanyakan, kenapa para mahasiswa yang berdemo mengangkat isu SARA yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan SBY.

“Kalau saya baca itu tidak relevan dengan Pak SBY tentang SARA. Kan SBY tidak berbicara hal itu, jadi kenapa di situ itu pertanyaan juga, isunya tidak ada Pak SBY malah,” kata JK usai membuka Rakornas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (7/2).

JK menegaskan, seharusnya tidak ada demo di depan kediaman SBY. Apalagi, sebagai orang yang pernah menduduki posisi sebagai Presiden RI selama 10 tahun, SBY layak dihormati.

“Kita prihatin dengan situasi itu. Kita harus juga punya perilaku yang baik menghormati pemimpin, sesuai dengan aturan,” jelas JK.

SBY saat ini masih dikawal grub D Paspampres. Pengawalan melekat itu memiliki prosedur ketat bila jiwa SBY terancam.

"Seorang mantan (presiden) itu bisa dikawal 60 orang. Iya, (perlindungan itu ada) sesuai aturan,” tegas JK.

Demontrasi yang dilakukan para mahasiswa di depan rumah SBY di Mega Kuningan Jakarta Selatan pada Senin (6/2) tidak berizin. Para mahasiswa yang berdemo adalah peserta Jambore Mahasiswa yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur. Polisi saat ini tengah mencari dalang demo tak berizin itu.