Wapres Minta Aliran Donasi Gempa Cianjur Diawasi, Cegah Teroris Galang Dana
ยทwaktu baca 2 menit

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) menggalang dana lewat peristiwa gempa Cianjur tahun lalu. Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.
Ia meminta masyarakat yang ingin berdonasi lebih selektif dalam menyalurkan dananya. Donasi untuk korban gempa Cianjur bisa diberikan kepada lembaga dan organisasi yang jelas legalitasnya.
"Ya, sekarang tentunya pencegahan dan seluruh aliran donasi agar diawasi dan diperketat. Salurkan kepada lembaga atau organisasi yang jelas legalitasnya," kata Ma'ruf, usai menghadiri Istighosah Akbar di Masjid Agung, Cianjur, Minggu (19/2).
Sementara itu Bupati Cianjur Herman Suherman juga menyayangkan adanya kelompok teroris yang memanfaatkan situasi di Cianjur untuk menggalang dana.
"Ini sangat disayangkan karena musibah yang menimpa Cianjur, dijadikan alat bagi segelintir orang," kata Herman.
Meski begitu pihaknya tetap membuka diri bagi masyarakat yang ingin berdonasi. Ia menuturkan bantuan dapat disalurkan melalui lembaga yang legalitas dan keberadaannya jelas. Selain itu juga bisa melalui pemerintah daerah yang telah memiliki tim untuk mengolah dana bantuan.
"Kebencanaan seharusnya dijadikan momen untuk bersatu dalam wadah gerakan kemanusiaan, sehingga warga korban gempa Cianjur dapat bangkit lebih cepat," jelasnya.
Herman meminta aparat hukum segera mengusut tuntas kasus yang dapat mencoreng nama Cianjur itu.
"Kami minta aparat menyelidiki lebih lanjut dan mengambil langkah tegas terhadap kelompok tersebut," tandasnya.
JAD Galang Dana Lewat Gempa Cianjur
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menyebut kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) menggalang dana lewat peristiwa gempa Cianjur tahun lalu.
"Kegiatan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) saat ini masih penggalangan dana dengan mencoba merebut simpati masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan, antara lain terhadap kegiatan peristiwa gempa bumi di Cianjur," kata Boy Rafli dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (13/2).
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana menguatkan temuan BNPT. Ia mengatakan hasil koordinasi dengan BNPT memang ada indikasi penyimpangan dalam penggalangan dana gempa Cianjur.
Sementara itu Kapolda Jabar, Irjen Suntana, mengatakan akan menyelidiki temuan BNPT tersebut.
"Itu (penggalangan dana) dalam penyelidikan dan pendalaman ya," kata Kapolda Jabar, Irjen Suntana, di Mapolda Jabar pada Rabu (15/2).
