Warga Aceh Sumbangkan Emas Kawin untuk Palestina

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Palestina Foto: ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Palestina Foto: ANTARAFOTO/Hafidz Mubarak

Dua anggota Aksi Cepat Tanggap (ACT) Munandar dan Tanzil, dikejutkan dengan secarik kertas dalam sebuah amplop yang mereka terima saat sedang melakukan roadshow galang dana untuk Palestina.

Surat itu merupakan milik warga Aceh Selatan berisi tentang bantuan emas kawin yang disumbangkan untuk Palestina.

Tanzil menceritakan, usai dia bersama rekannya menghitung jumlah donasi yang terkumpul dalam roadshow yang menghadirkan Syekh Ibrahim As-Sumairi asal Palestina, sebagai penceramah, mereka menemukan emas kawin yang disumbangkan oleh warga.

“Saat sedang menghitung donasi itu ternyata terdapat sebuah amplop berisi secarik surat dan kalung emas 13 gram 300 mili beserta suratnya. Tidak ada keterangan nama pengirimnya,” kata Tanzil, dalam keterangannya Senin (27/5).

Menurut Tanzil, berdasarkan surat emas, diketahui emas itu dibeli pada 23 Mei 2016 yang distempel atas nama Toko Mas Subur Baru, Jalan Merdeka, No.46 Tapaktuan, Aceh Selatan.

“Mahar nikah dari suamiku kuberikan untuk Palestina. Tulis si pemberi dalam surat yang ditulisnya. Surat itu ditulis tangan sebanyak dua bait,” katanya.

Dalam surat itu, si pengirim juga menyebutkan alasannya memberikan emas perwakawinannya itu. Kata dia, mahar yang diberikan diberikan suaminya itu telah mendapatkan izin untuk disumbangkan membantu Palestina.

“Di surat itu tertulis ia terinspirasi dari kisah pengusaha batik di Yogyakarta,” kata Tanzil.

Tanzil menyebutkan, temuan surat beserta emas kawin itu ketika mereka roadshow ke Aceh Selatan, tepatnya di Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan Selasa (21/5) lalu yang difasilitasi oleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Selatan.

Roadshow yang kita lakukan untuk mengajak masyarakat berpartisipasi membantu Palestina yang menderita akibat zionis Israel,” ungkapnya.

Surat pembelian emas dan emas yang di sumbangkan untuk Palestina. Foto: Dok. Istiimewa

Berikut isi surat kemanusiaan dari warga Tapaktuan, Aceh Selatan:

Assalamu’alaikum wr.wb

Selamat datang saudaraku dari negeri para nabi. Kisah Haji Usman, pengusaha batik di Yogyakarta menginspirasi saya. Saat seseorang bertanya padanya bagaimana ia begitu mudah menginfakkan hartanya, begitu ringan dalam bersedekah, tidak cinta pada harta?

Ia menjawab “saking cintanya dan sayangnya saya sama harta, sampai-sampai saya tidak rela meninggalkan harta saya di dunia ini, saya tak mau berpisaha dengannya meskipun saya mati. Makanya, saya titip pada mesjid, pada anak yatim, ada madrasah, pada pesantren, pada pejuang dakwah, dan pada mereka yang membutuhkan.

Karena itu, saya ingin menitipkan emas ini (mahar dari suami tercinta) untuk keperluasm saudara-saudaraku di Palestina sana. Silahkan jika ingin ditukarkan dalam bentuk uang. Sampaikan salam saya kepada saudara-saudara di Palestina.

Surat pembelian emas dan emas yang di sumbangkan untuk Palestina. Foto: Dok. Istiimewa