Warga Ambon Berhamburan Usai Diguncang 2 Kali Gempa Beruntun 3,7 M

Gempa berkekuatan 6,5 magnitudo yang mengguncang Ambon pada 26 September 2019 masih membekas di benak warga Ambon. Warga Ambon yang menjadi korban gempa, saat ini masih berada di pengungsian.
Mereka masih trauma akan gempa yang menghancurkan rumah mereka. Karena beredar informasi di kalangan warga Ambon akan adanya gempa susulan.
Rasa trauma itu pun masih dirasakan hingga sekarang. Warga Ambon lari berhamburan ke tempat-tempat terbuka ketika wilayah tersebut diguncang gempa bumi tektonik dua kali secara beruntun, Rabu (9/10).
Gempa bumi pertama berkekuatan 3,7 magnitudo sekitar pukul 10:29:07 WIT pada koordinat 3,61 LS dan 128,36 Bujur Timur pada kedalaman 10 km. Sedangkan gempa bumi tektonik kedua 10:29:50 WIT atau hanya selang 43 detik dari gempa pertama.
Data BMKG setempat merilis pusat gempa pertama berada di laut pada arah timur laut Pulau Ambon dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan III MMI di Ambon dan Tulehu, sedangkan II MMI di Kairatu (Pulau Seram).
BMKG menyatakan lokasi gempa kedua berada pada koordinat 3,58 Lintang Selatan dan 128,35 Bujur Timur. Gempa bumi ini dirasakan III MMI di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah. Jaraknya sekitar 21,97 km arah timur laut Pulau Ambon.
Akibat gempa bumi tektonik tersebut, sejumlah sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK sederajat langsung membuka pintu-pintu pagar sekolah untuk memulangkan seluruh muridnya.
"Kami langsung diinstruksikan pulang oleh kepala sekolah dan para guru setelah guncangan gempa," ujar salah satu siswa SMA Negeri 1 Ambon dikutip dari Antara.
Selain siswa, para pegawai negeri sipil maupun swasta lari berhamburan ke jalan raya akibat khawatir ada bangunan yang retak.
Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal akibat gempa Ambon 6,5 M pada 26 September sudah bertambah menjadi 39 orang. Sedangkan jumlah korban luka ada sebanyak 1.578 orang. Tak hanya itu, BNPB mencatat masih ada 170.900 orang yang mengungsi.
