Warga AS Demo Pecat Elon Musk dari Pemerintahan, Kepung Ratusan Showroom Tesla

30 Maret 2025 11:27 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Orang-orang melambaikan tangan dan melambaikan bendera dalam sebuah protes menentang Tesla dan Elon Musk di luar ruang pamer Tesla di University District, Seattle, Sabtu (29/3/2025).  Foto: Lindsey Wasson/AP PHOTO
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang melambaikan tangan dan melambaikan bendera dalam sebuah protes menentang Tesla dan Elon Musk di luar ruang pamer Tesla di University District, Seattle, Sabtu (29/3/2025). Foto: Lindsey Wasson/AP PHOTO
ADVERTISEMENT
Gelombang protes melanda showroom Tesla di seluruh Amerika Serikat hingga Eropa pada Sabtu (29/3).
ADVERTISEMENT
Warga AS menyerukan penggulingan Elon Musk yang kini menjabat sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) dalam pemerintahan Donald Trump.
Ribuan orang berkumpul di depan 277 dealer dan pusat layanan Tesla di AS, meneriakkan tuntutan agar Musk mundur dari posisinya.
Gerakan ini, yang disebut 'Tesla Takedown', menargetkan bisnis utama Musk untuk menekan kekayaannya yang sebagian besar berasal dari saham Tesla.
Di New Jersey, Massachusetts, New York, Texas, dan negara bagian lainnya, massa membawa spanduk bertuliskan “Lawan miliarder otoriter” dan “Klakson jika benci Elon”.
Di Dublin, California, puluhan orang meneriakkan, “Hei, hei, ho, ho, Elon Musk harus pergi!”
Sementara di Berkeley, demonstran mengiringi protes dengan suara drum.
“Kita hidup di negara fasis,” kata pensiunan guru dari Oakland, mengutip AP.
ADVERTISEMENT
“Jika kita tidak bertindak, kita akan kehilangan Amerika seperti yang kita kenal.”

Dukungan dari Eropa hingga Kongres AS

Orang-orang melambaikan tangan dan melambaikan bendera dalam sebuah protes menentang Tesla dan Elon Musk di luar ruang pamer Tesla di University District, Seattle, Sabtu (29/3/2025). Foto: Lindsey Wasson/AP PHOTO
Sentimen anti-Musk juga merebak di luar AS. Puluhan demonstran di London berkumpul di depan dealer Tesla, membawa poster yang membandingkan Musk dengan Adolf Hitler. Mobil yang melintas membunyikan klakson sebagai tanda dukungan.
Di AS, gerakan ini didukung oleh politisi dan figur publik. Aktor John Cusack ikut menggaungkan seruan boikot.
Anggota Kongres Jasmine Crockett dari Partai Demokrat mendorong protes terus berlanjut.
“Saya akan terus berteriak di Kongres. Kalian semua harus terus berteriak di jalan,” kata Crockett dalam pertemuan daring dengan para demonstran.
Anggota Kongres dari Seattle, Pramila Jayapal, turut hadir dalam aksi di kotanya. Ia menyebut kepemimpinan Musk di DOGE adalah ancaman bagi demokrasi.
ADVERTISEMENT

Aksi Berujung Bentrokan dan Vandalisme

Orang-orang melambaikan tangan dan melambaikan bendera dalam sebuah protes menentang Tesla dan Elon Musk di luar ruang pamer Tesla di University District, Seattle, Sabtu (29/3/2025). Foto: Lindsey Wasson/AP PHOTO
Di beberapa lokasi, protes berujung kericuhan. Di Watertown, Massachusetts, sebuah truk menabrak dua demonstran. Polisi mengatakan tak ada korban luka serius.
Di Jerman barat laut, tujuh mobil Tesla terbakar dalam kejadian yang masih diselidiki kepolisian.
Jaksa Agung AS Pam Bondi mengecam aksi-aksi seperti ini sebagai “terorisme domestik”.
Crockett dan tokoh gerakan Tesla Takedown menegaskan aksi harus tetap damai, tetapi gelombang emosi di lapangan sulit dikendalikan.
Orang-orang melambaikan tangan dan melambaikan bendera dalam sebuah protes menentang Tesla dan Elon Musk di luar ruang pamer Tesla di University District, Seattle, Sabtu (29/3/2025). Foto: Lindsey Wasson/AP PHOTO
Sementara aksi protes terus berlangsung, Musk tampak tenang.
Dalam pertemuan bulanan perusahaan, ia meyakinkan karyawan bahwa masa depan Tesla tetap cerah.
“Ada badai, tapi matahari akan bersinar kembali,” kata Musk.
Ia memperkirakan Tesla akan menjual lebih dari 10 juta mobil tahun depan, naik dari sekitar 7 juta saat ini.
ADVERTISEMENT
Namun, realitas di pasar menunjukkan tren berbeda. Penjualan Tesla di AS, Eropa, dan China melambat.
Saham Tesla yang sempat melonjak 70 persen setelah kemenangan Trump di pemilu kini kembali tergerus.
“Ini momen nyata bagi Musk,” kata analis Wedbush Securities, Dan Ives. “Ia harus menemukan jalan keluar dari krisis ini atau Tesla akan terus terjebak dalam badai politik.”