Warga AS Padati Pantai di Hari Pahlawan, Abaikan Social Distancing

Hari Pahlawan atau Memorial Day di Amerika Serikat dirayakan dengan meriah. Ribuan warga keluar rumah dan memadati pantai-pantai, mengabaikan imbauan social distancing walau lockdown telah dilonggarkan.
Diberitakan Reuters, Senin (25/5), warga AS mendatangi pantai-pantai, memancing di kapal, atau berjalan-jalan di pelabuhan pada akhir pekan ini. Hanya sedikit yang memakai masker, meningkatkan risiko penularan corona.
Memorial Day adalah peringatan atas meninggalnya tentara-tentara AS saat bertugas. Libur Memorial Day juga menjadi penanda masuknya liburan musim panas.
Beberapa negara bagian di AS memang telah melonggarkan lockdown, namun ancaman virus corona di negara itu belum mereda. AS tinggal sedikit lagi mencapai 100 ribu angka kematian akibat corona. Sementara jumlah penderita lebih dari 1,7 juta orang, tertinggi di dunia.
CNN menuliskan, warga AS di akhir pekan seakan melupakan fakta bahwa bahaya virus corona masih mengintai. Warga memenuhi pantai di negara bagian Florida, Maryland, Georgia, Virginia, hingga Indiana.
Dalam berbagai foto yang tersebar, terlihat warga saling bersentuhan kulit, tak ada lagi social distancing yang sudah diimbau para tim ahli sampai mulut mereka berbusa.
Derrick Henry, Walikota Daytona, Florida, mengatakan polisi tak sanggup menegakkan peraturan di saat ribuan orang memadati pantai.
"Ada 300 hingga 500 orang per satu penegak hukum, sulit menegakkannya," kata Henry.
Memang ada hukuman bagi mereka yang tak memakai masker, namun Henry mengatakan mustahil menangkap para pelanggarnya karena penjara tak akan cukup.
Tidak hanya di pantai, ribuan orang juga terlihat di arena balap Ace Speedway, Elon, North Carolina, pada Sabtu lalu. Jason Turner, pemilik arena balap tersebut, mengatakan ada 2.500 orang yang datang menyaksikan balapan.
Para pengunjung mengaku sudah bosan di rumah, sehingga mereka langsung berhamburan keluar ketika lockdown dilonggarkan.
"Kami muak terperangkap di rumah saja. Saya tidak takut pada virus ini sedikitpun," kata Becky Woosley, salah satu pengunjung Ace Speedway.
Kasus virus corona di AS meningkat di 18 negara bagian, termasuk Alabama. Steven Reed, walikota Montgomery, Alabama mengatakan warga berkerumun karena merasa sudah aman ketika lockdown dilonggarkan.
Padahal, itu adalah rasa aman yang palsu, bisa jadi mereka penderita corona tanpa gejala, terlihat segar bugar padahal bisa menyebarkan penyakit.
"Apa yang tidak mereka pikirkan adalah risiko yang mereka bawa bagi orang lain karena mereka tidak merasa punya gejala," kata Reed.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona
