Warga Asing dari 5 Negara Ini Jadi Penyumbang Kasus Corona Terbanyak di RI

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Prof. Wiku Adisasmito. Foto: Dok. BNPB

Jubir Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito meminta seluruh masyarakat waspada dengan mutasi corona baru dari negara lain. Khususnya dari negara yang kasus coronanya tengah melesat.

Sejauh ini, pemerintah masih melarang WNA masuk Indonesia. Hanya mereka yang berizin khusus bisa masuk. Untuk WN India, semuanya masih ditolak.

"Berdasarkan data terbaru dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan terdapat 10 negara asal kedatangan dengan kasus positif terbanyak dalam periode 28 Desember 2020-3 Mei 2021," kata Prof Wiku dalam jumpa pers virtual, Kamis (6/5).

Mereka adalah sebagai berikut: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Turki, Malaysia, Qatar, Mesir, Jepang, Singapura, Kongo, dan Lebanon.

Wiku juga mengumumkan data 5 teratas sumber kasus positif WNA berdasarkan kewarganegaraannya. Dengan kata lain, warga asing yang menyumbang kasus corona tertinggi.

Mereka adalah India, Uni Emirat Arab, Qatar, Jepang, dan Turki.

Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya

"Kembali saya ingatkan bahwa virus tidak mengenal batas teritorial dan setiap negara saling terhubung. Oleh karena itu salah satu upaya mengendalikan virus khususnya virus yang sudah pasti meningkatkan kemampuan infeksi adalah dengan mengatur mobilitas luar negeri," jelas Wiku.

Saat ini distribusi varian B.1117 (Inggris) sangat luas dan hampir menyentuh benua di seluruh dunia. Varian ini disebut 70 persen lebih menular dari varian sebelumnya.

"Inilah yang mendasari perlunya adaptasi berbagai kebijakan mobilitas termasuk perjalanan luar negeri. Jika pelaku mobilitas perjalanan tidak dikendalikan maka akan menyebabkan kenaikan kasus COVID-19 yang mengandung varian-varian tersebut," tutupnya.