Warga Baduy Tak Punya KTP Ditolak RS, Komisi II Ingatkan Pentingnya Peran Dinsos
·waktu baca 2 menit

Seorang Warga Baduy Dalam yang tengah berjualan madu, Repan, menjadi korban begal di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10) malam. Empat orang bermotor mencuri Hp dan uang Rp 3 juta dari hasil jualan, serta menyabet lengan kirinya menggunakan celurit.
Repan yang terluka pun dibawa ke rumah sakit terdekat, namun ditolak karena tak memiliki KTP.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, pun merespons kasus ini. Ia mengingatkan, seharusnya rumah sakit tak menolak pasien yang dalam keadaan darurat.
“Dalam kasus seperti ini mestinya memang ada yang namanya Dinas Sosial. Kalau rumah sakit itu tidak boleh menolak emergency apa pun bentuknya, itu tidak boleh,” ucap Dede saat dihubungi, Selasa (4/11).
“Seingat saya, peraturan di rumah sakit itu terima orang kecelakaan, terkena masalah hukum, itu ada yang namanya perawatan standar untuk menyelematkan nyawa itu. Karena itu salah satu legitimasi daripada rumah sakit adalah penyelamatan darurat,” tambahnya.
Dede pun mengingatkan pentingnya peran dinas sosial untuk turun langsung menangani kasus semacam ini, di mana ada masyarakat tak ber-KTP yang memerlukan layanan kesehatan.
“Bahwa kemudian itu bisa ditindaklanjuti karena tidak punya KTP atau karena ini masyarakat di luar dari daerahnya, itu ada dinas sosial. Nah dinas sosial itu kan akan terhubung langsung nanti dengan Kementerian Sosial,” ucap Dede.
“Jadi menurut saya, itu bisa ditangani secara langsung melalui dinas sosial tertentu. Terutama di daerah-daerah kota ya. Nah itu ada akses ke Kementerian Sosial,” tambahnya.
Ia pun menegaskan bahwa rumah sakit harus menjalankan salah satu tugas utamanya, yakni memberikan pertolongan pertama untuk warga yang mengalami keadaan darurat.
“Jadi, kembali yang paling penting yang harus dilaksanakan adalah penyelamatan pertama pada bahaya risiko kehilangan nyawa. Itu penting, itu harus dilakukan,” ucap Dede.
“Jadi saran saya, rumah sakit ini harus melaksanakan apa yang menjadi tugas utama rumah sakit,” tandasnya.
Kini, kasus Repan tengah ditangani Polsek Cempaka Putih. Para pelaku pembegalan tengah diburu.
