Warga Bali Temukan Tiga Sarkofagus di Kebun

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sarkofagus atau tempat menyimpan jenazah yang ditemukan warga Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sarkofagus atau tempat menyimpan jenazah yang ditemukan warga Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Warga Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali, menemukan tiga sarkofagus atau tempat menyimpan jenazah di kebun mereka. Ketiganya ditemukan sekitar 20 tahun lalu.

Kepala Balai Arkeologi Denpasar I Gusti Made Suarbhawa mengatakan, temuan itu baru dilaporkan warga. Laporan disampaikan usai memeriksa terowongan tua di lokasi proyek pembangunan Bendungan Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Rabu (8/12) lalu.

Sarkofagus atau tempat menyimpan jenazah yang ditemukan warga Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Sarkofagus pertama ditemukan warga di lahan kebun milik Putu Sengara di Banjar Dinas Kanginan, Desa/Kecamatan Sawan. Dua lainnya di lahan milik Made Suwita, tak jauh dari tempat penemuan sarkofagus pertama. Mereka menemukan sarkofagus saat bercocok tanam.

"Ketika kita berbincang ada warga yang menyodorkan foto. Setelah kita lihat ternyata sarkofagus yang tak jauh dari bendungan," kata dia, Kamis (10/12).

Groundbreaking ceremony pembangunan proyek Bendungan Tamblang, Bali. Foto: Dok. PTPP
kumparan post embed

Menurut dia, sarkofagus tersebut dibuat pada zaman megalitikum atau awal-awal tahun masehi. Sarkofagus tersebut diprediksi milik kaum bangsawan atau tokoh adat di Bali.

Suarbhawa menjelaskan, memang di Bali sering ditemukan sarkofagus. Pada awal tahun Masehi warga yang tinggal di daerah pegunungan membuat sarkofagus dari pasir-pasir gunung.

Sarkofagus atau tempat menyimpan jenazah yang ditemukan warga Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali. Foto: Dok. Istimewa

Ia bersyukur warga tak menjual atau merusak sarkofagus tersebut. Sarkofagus tersebut juga akan tetap berada di kebun warga.

"Kita apresiasi ya dengan temuan itu karena tak membuang atau memindahtangankan sarkofagus," katanya.