Warga Bandung Gotong Royong Bersihkan Puing Usai Rumah 3 Lantai Ambruk

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga bersama petugas gabungan melanjutkan proses pembersihan puing rumah ambruk di Jalan Sampora Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Rabu (7/8). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga bersama petugas gabungan melanjutkan proses pembersihan puing rumah ambruk di Jalan Sampora Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Rabu (7/8). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Warga bersama petugas gabungan melanjutkan proses pembersihan puing rumah keluarga Dadang yang ambruk di RT 01 RW 16, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Rabu (7/ 8).

Berdasarkan pantauan, terlihat mereka saling mengoper runtuhan tembok, genting, hingga besi beton. Kemudian memasukkannya ke truk pengangkut.

Menurut Dadang, warga telah siaga membantu di lokasi sejak pagi pukul 07.30 WIB. Truk yang digunakan mengangkut puing baru tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

“Warga ada, lah, dari pagi setengah 8. Kalau mobil ini (truk pengangkut puing), baru,” katanya saat ditemui di lokasi, Rabu (7/8).

Sebelumnya diberitakan, rumah dan toko (ruko) keluarga Dadang ambruk pada Selasa sore (6/8), pukul 16.00 WIB. Salah seorang warga, Somantri (49 tahun), menyaksikan runtuhnya rumah tersebut.

Warga bersama petugas gabungan melanjutkan proses pembersihan puing rumah ambruk di Jalan Sampora Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, pada Rabu (7/8). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Ia mengatakan insiden terjadi pada sekitar pukul 16.00 WIB, dimulai dari robohnya dinding bangunan bagian samping.

“Pas tadi habis Ashar setengah 4, temboknya sudah mulai runtuh, tembok yang pinggir,” katanya saat ditemui kumparan di lokasi, Selasa (6/8).

“Temboknya sudah pada mengelupas,” imbuh dia.

Sejumlah warga tengah mengevakuasi puing-puing bangunan rumah 3 lantai yang roboh di Margahayu, Kabupaten Bandung, Selasa (6/8/2024). Foto: kumparan

Somantri juga mengatakan, tanda-tanda robohnya rumah telah disadari sang pemilik sejak sehari sebelum kejadian. Hanya saja, mereka tak menyangka akan terjadi musibah tersebut.

Somantri mengatakan, ketiga rumah yang terdampak dulunya satu bangunan dan merupakan bangunan tua.

“Yang punyanya dulu sama satu orang. Jadi disekat-sekat. Itu juga sama bangunan lama,” ujarnya.