Warga Bekasi Jadi Gatal-gatal Usai Terkena Air PDAM yang Tercemar

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nur Hidayati saat ditemui di kediamannya. Dok: kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Nur Hidayati saat ditemui di kediamannya. Dok: kumparan.

Nur Hidayati (47 tahun), warga Bulak Perwira di Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, mengalami gatal-gatal usai terkena air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot.

"Semenjak air PAM (PDAM) kotor, gatal-gatal sudah dua minggu lebih, dari yang pertama (Kali Bekasi) kena limbah," kata Nur saat ditemui kumparan, Selasa (19/8).

Nurr sempat memeriksakan ke klinik terdekat namun tidak sembuh, sehingga ia langsung mendatangi dokter spesialis kulit di rumah sakit (RS).

"Periksa kan sudah tiga kali, enggak sembuh-sembuh. Akhirnya ke spesialis baru (mendingan) walaupun belum sembuh total ya," ujarnya.

Sejauh Ini Habis Rp 2 Juta

Nur Hidayati menunjukkan obat-obatannya. Dok: kumparan.

"Hampir dua juta (rupiah) kali ya, kan tiga kali bolak-balik. Sebelumnya enggak terlalu gatal, setelah tercemar itu makin parah," ucapnya.

Nur mendapat berbagai jenis obat mulai dari jenis tablet hingga salep.

"Nanti kalau ini obatnya habis, kontrol lagi, ini sudah dikasih obat selama 10 hari sama dokternya," ujarnya.

Nur berharap Pemerintah Kota Bekasi bisa fokus menangani masalah air ini.

"Ya harusnya kan gini ya, namanya mereka ngurus air ya, masa kalah sama air isi ulang yang jual satu air galon Rp 5.000 sudah bersih loh. Masa ini kita bayar Rp 200.000 dikasih airnya yang kayak gitu kan ngenes banget," ujarnya.

Nur menunjukkan gatal-gatal di kaki. Dok: Ist.