Warga Bener Meriah, Aceh, Temukan Dua Mortir Diduga Peninggalan Belanda
·waktu baca 1 menit

Warga Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Azhari (47) menemukan mortir seberat satu kilogram diduga peninggalan masa Belanda.
Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto, mengatakan, mortir tersebut ditemukan Azhari saat dia sedang membersihkan kebun di belakang rumah.
"Saat mencangkul hendak menanam pohon keladi, terlihat ada dua buah benda yang diduga bahan peledak jenis mortir," kata Indra, Selasa (10/1).
Usai menemukan benda tersebut, kata Indra, Azhari kemudian memberitahukan kepada petugas Polsek Pintu Rime Gayo.
Dari informasi itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan memasang garis polisi untuk mengamankan lokasi penemuan.
"Hasil pengamatan petugas, bahan peledak jenis mortir tersebut berukuran diameter 15 centimeter dengan berat 1 kilogram," ujarnya.
Indra menduga, bahan peledak tersebut merupakan hasil peninggalan masa penjajahan Belanda.
"Waktu ditemukan tertimbun di dalam tanah, saat ini dua buah mortir tersebut telah diamankan," sebutnya.
