Warga Bersyukur Pemprov Jateng Sigap Tangani Banjir dan Mencukupi Logistik

12 Januari 2023 14:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian korban banjir di Desa Karangrowo, Kudus, Kamis (12/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian korban banjir di Desa Karangrowo, Kudus, Kamis (12/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Sejumlah wilayah Jateng masih tergenang banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak 31 Desember kemarin. Salah satunya, banjir di Kabupaten Kudus yang menggenangi permukiman dan persawahan warga.
ADVERTISEMENT
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pun terus berupaya mengatasi banjir untuk jangka pendek dan jangka panjang. Dengan sigap, Ganjar langsung menginstruksikan jajarannya di tingkat kabupaten/kota untuk mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum.
Salah satu warga terdampak banjir Kudus bernama Suhadi, warga RT 1 RW 1 Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, mengapresiasi gerak cepat Ganjar dalam mengatasi banjir, terutama dalam memperhatikan kondisi pengungsi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian korban banjir di Desa Karangrowo, Kudus, Kamis (12/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
Suhadi menyebutkan, pasokan logistik yang diminta warga selama berada di pengungsian selalu terpenuhi. Termasuk logistik untuk dapur umum yang telah didirikan.
"Pak Ganjar bagus ya, sigap, apa pun yang diminta kami sebagai pengungsi langsung datang," ujar Suhadi di Posko Bencana Desa Karangrowo, Kamis (12/1/2023).
Pria berusia 35 tahun itu menceritakan, telah tinggal di pengungsian selama 9 hari. Saat banjir bandang melanda desanya pada malam pergantian tahun, ia bersama warga lainnya langsung dievakuasi ke pengungsian.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian korban banjir di Desa Karangrowo, Kudus, Kamis (12/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
Ia pun berterima kasih kepada Pemprov Jateng atas kesigapan dan bantuan-bantuan yang terus didistribusikan untuk pengungsi.
ADVERTISEMENT
"(Banjir) sudah ada 10 hari, kalau mengungsi di sini saya sudah 9 hari. Pada saat kejadian itu terus langsung saya mengungsi. Logistik di sini bagus ya, aman. Apa yang diminta para pengungsi langsung dikirim oleh Pak Ganjar," ucap Suhadi.
Berdasarkan data terakhir Pusdatin Kecamatan Undaan, Minggu (8/1), jumlah pengungsi di Desa Karangrowo berjumlah 153 orang, terdiri dari 13 balita, 15 anak, 22 remaja, 59 dewasa dan 44 lansia.
Sementara itu, Ganjar yang juga meninjau langsung kondisi pengungsi dan pasokan logistik di Desa Karangrowo, menjamin keperluan warga aman dan terpenuhi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meninjau pengungsian korban banjir di Kudus, Kamis (12/1/2023). Foto: Dok. Istimewa
Namun dalam tinjauannya pada Kamis siang, Ganjar menemui adanya warga yang mengeluhkan penyakit usai banjir. Ganjar pun mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan selama berada di pengungsian.
ADVERTISEMENT
"Mulai ada yang gatal, ISPA, ada yang sakit perut. Yang sakit perut ini saya curiga pada tidak cuci tangan," jelas Ganjar.
"Maka saya minta sediakan sabun dan hand sanitizer untuk cuci tangan. Karena di kondisi seperti ini betul-betul harus dibersihkan. Kalau mandi pakai sabun semuanya karena pasti akan banyak penyakit yang berpotensi menjangkiti yang di pengungsian," sambung Ganjar.
Selain meninjau pengungsian dan dapur umum di Desa Karangrowo, Ganjar juga meninjau pengungsi di GKMI Tanjungkarang yang berjumlah 74 orang dan Balai Desa Gulang yang berjumlah 118 pengungsi.