Warga Bidara Cina Curhat ke Pram: Tas hingga Baju Sekolah Hanyut, Pak
·waktu baca 2 menit

Banjir yang melanda kawasan Bidara Cina, Jakarta Timur, membawa kerugian bagi warga khususnya untuk anak-anak. Seragam dan peralatan sekolah mereka ikut hanyut oleh banjir.
Warga menyampaikan hal itu kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pram berkunjung ke pengungsian korban banjir di GOR Otista, Rabu (5/3).
“Kami selama di GOR fasilitas disediakan, makan enggak kekurangan,” curhat salah satu warga Bidara Cina ke Pram.
Mereka lalu menyampaikan kebutuhannya kepada Pram. Berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengganti peralatan sekolah yang hanyut oleh banjir.
“Kami semua sama ya, tas, baju, sepatu hanyut. Otomatis besok anak-anak enggak sekolah,” ungkap warga tersebut.
“Kami semua warga Bidara Cina minta bantuan, Pak Gubernur, untuk baju sekolah dan alat sekolah,” tambahnya.
Menanggapi permintaan itu, Pramono Anung langsung berkoordinasi dengan jajarannya untuk menyalurkan bantuan.
“Saya bilang ke Bu Wali, Bu Kadis, agar nanti diberi bantuan, Bu,” kata Pramono.
Terkait hal ini Plt Wali Kota Jakarta Timur, Iin Mutmainnah menyatakan bahwa mulai Kamis (6/3), anak-anak korban banjir sudah bisa bersekolah.
“Kita sudah data dengan kasudin pendidikan, sekolah mana saja yang anak-anaknya menjadi korban banjir, kita pastikan mereka bisa bersekolah
Kita juga koordinasikan bantuan dengan Baznas juga,” ujarnya
Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada sekolah di Jakarta Timur yang terdampak banjir hingga saat ini.
“Tidak ada, kalau pelajarnya ada. Justru sekolahan ada yang dijadikan tempat ngungsi, dua tempat di sini sekolah di Kampung Melayu SD dan SMP, selain mengungsi di GOR,” pungkasnya.
