Warga Carita Larung Kerbau ke Laut, Harap 5 Wartawan & 3 Kru Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Carita gelar larung kerbau ke laut di sekitar Gunung Anak Kraklatau, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga Carita gelar larung kerbau ke laut di sekitar Gunung Anak Kraklatau, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pencarian terhadap 8 orang yang terdiri dari 5 jurnalis dan 3 orang lainnya (kru dan guide) yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketujuh, Senin (14/9).

Di tengah proses pencarian, warga dan nelayan di Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menggelar tradisi larung kerbau ke tengah laut. Tradisi tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan doa agar delapan orang yang hilang segera ditemukan.

Larungan dilakukan sekitar pukul 14.10 WIB. Belasan warga menggunakan perahu nelayan untuk membawa seekor kerbau yang telah disembelih ke tengah laut, kemudian dilarung.

Siin yang menjadi pemandu dalam prosesi tersebut mengatakan larung kerbau merupakan bentuk ikhtiar sekaligus permohonan kepada Allah SWT melalui doa dan penghormatan kepada karuhun atau leluhur.

"Sebenarnya mah itulah kita hanya sareat ya, tetap kita hakikat, hanya Gusti Allah yang mengabulkan. Ini mah atas kita, mohon bantu sareat kepada karuhun-karuhun [leluhur] kita, kita kan semua punya karuhun," kata Siin.

Ia menegaskan tradisi tersebut tidak dimaksudkan untuk mengesampingkan keyakinan kepada Allah SWT. Menurutnya, segala sesuatu yang terjadi tetap atas kehendak Allah.

"Contoh kita para wali atau para nabi itu karuhun-karuhun kita ya, yang perlu kita pinta bantuan, tapi jangan kita menghilangkan atau meninggalkan atas rahmat hidayah dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Karena segala hal-hal apa yang membuktikan atau mengabulkan rencana-rencana manusia atau cita-cita manusia, yang benar atau salahnya hanya Allah," ujarnya.

Warga Carita gelar larung kerbau ke laut di sekitar Gunung Anak Kraklatau, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Siin mengatakan dirinya bersama warga juga mendoakan agar keluarga delapan orang yang hilang kontak diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Ia berharap para korban segera ditemukan.

"Harapan saya berkaitan dengan musibah ini semoga keluarga korban diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran. Semoga korban ini dalam keadaan selamat atau tidaknya segera ditemukan. Hanya itu harapan saya yang lebih besar," katanya.

Tradisi Larung Setiap Tahun

Siin menjelaskan larung merupakan tradisi yang biasa dilakukan warga dan nelayan setempat setiap tahun, terutama saat Muharam. Namun, kali ini prosesi tersebut dilakukan secara khusus sebagai bentuk ikhtiar atas musibah hilangnya rombongan di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Jadi tradisi hanya ini untuk musibah ini. Biasanya setiap tahun saat Muharam," ujarnya.

Sementara itu, memasuki hari ketujuh pencarian, tim gabungan Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan Polairud masih melakukan penyisiran di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan 18 kapal, satu helikopter, dan sekitar 500 personel.