Warga China Antre Suntik Vaksin Sinovac di Singapura
·waktu baca 2 menit

Warga China di Singapura pada akhir pekan lalu mengantre untuk disuntik vaksin COVID-19 Sinovac.
Singapura pekan lalu memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin buatan China tersebut. Meski demikian, otoritas kesehatan Singapura masih meragukan efikasi Sinovac.
Keraguan muncul di Singapura terkait terinfeksi ratusan tenaga medis di Indonesia, kendati sudah disuntik Sinovac.
"Bukti dari negara lain memperlihatkan orang yang sudah disuntik Sinovac tetap bisa tertular," kata pejabat kesehatan Singapura Kenneth Mak, seperti dikutip dari Reuters.
"Ada risiko signifikan di vaksin ini," sambung dia.
Pernyataan Pemerintah Singapura nyatanya tidak membuat warga China di Singapura ragu. Pada hari pertama vaksin tersebut tersedia, mereka sudah mengantre untuk disuntik.
Padahal penyuntikan vaksin Sinovac di Singapura tak gratis. Warga yang mendapat Sinovac harus merogoh kocek sebesar 10 sampai 25 Dolar Singapura atau setara Rp 107 ribu sampai Rp 268 ribu per dosis.
"Kami sudah memiliki 2400 pemesanan dari saat ini sampai akhir Juli mendatang," kata CEO StarMed Specialist Center, Louis Tan. Perusahaan itu mendapat izin untuk menjual Sinovac.
Sementara itu, pengakuan seorang warga China di Singapura, Tang Guang Yu, ia memilih disuntik Sinovac agar mudah jika suatu saat ingin pulang kampung.
Tang takut jika dirinya disuntik vaksin lain maka saat pulang ke China status vaksinasi tak diakui. Oleh sebab itu, Tang lebih memilih divaksin Sinovac.
"Tak ada yang mau diisolasi selama sebulan. Saya tidak punya banyak cuti," tutur Tang.
