Warga Cipinang Melayu Pilih Bertahan di Pengungsian Meski Banjir Surut

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga Cipinang Melayu meberishkan rumah mereka, Kamis (2/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga Cipinang Melayu meberishkan rumah mereka, Kamis (2/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur sudah mulai surut sejak Kamis (2/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Warga terlihat sudah mengevakuasi barang-barang dan membersihkan puing-puing.

Meski banjir telah surut dan rumah sudah mulai dibersihkan, sebagian besar warga masih memilih mengungsi.

"Listrik belum nyala, air bersih juga belum ada. Kami juga masih takut hujan dan banjir lagi," ujar Yudi, warga RT 03 RW 04, saat dijumpai di kediamannya di Cipinang Melayu, Kamis (2/1).

Salah satu warga yang membersihkan rumahnya dari banjir di Cipinang Melayu. Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Ia mengatakan, lantaran aliran listrik belum menyala dan air bersih belum tersedia mereka membersihkan lumpur dengan air selokan sisa banjir.

"Saya mulai bersih-bersih, mengeluarkan lumpur ini pakai air sisa banjir, dari pada lumpurnya keburu kering nanti susah untuk dibersihkan," kata Yudi.

Warga Cipinang Melayu meberishkan rumah mereka, Kamis (2/1). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Sedangkan di lokasi pengungsian warga Cipinang Melayu, di Universitas Borobudur, warga dengan tertib mengantre makanan. Sebagian juga tampak memilih baju sumbangan, dan anak-anak terlihat asyik bermain dan bernyanyi bersama para relawan.

Warga Cipinang Melayu yang mengungsi. Foto: Ulfa Rahayu/kumparan

Kondisi kesehatan para pengungsi juga masih terkendali. Menurut tim medis, sejauh ini beberapa keluhan terbanyak dari warga adalah sakit kulit seperti kutu air, bernanah, luka dan tergores saat proses penyelamatan.

kumparan post embed