Warga Curhat Lesehan Malioboro Mahal, Paguyuban Siap Usut Asal Ada Bukti
ยทwaktu baca 2 menit

Lesehan Malioboro sedang ramai dibahas setelah seorang warganet mengeluh mahalnya harga pecel lele di salah satu warung lesehan di sana.
Menyikapi itu, Paguyuban Lesehan Malam Malioboro siap membantu mengusut apabila ada bukti yang jelas.
"Selama ada bukti-bukti yang benar contoh nota ata bil, nama warung pasti kita bantu," kata Ketua Paguyuban Lesehan Malam Malioboro Sukidi dikonfirmasi, Rabu (26/5).
Dia menegaskan, akan ada sanksi bila memang ada warung lesehan yang nuthuk atau menaikkan harga dengan tidak wajar.
"Untuk sanksi pasti mas. Dari dulu sudah ada sanksi kalau memang benar-benar itu terbukti," ujarnya.
Dia juga mengimbau agar konsumen tidak hanya sekadar cari viral di media sosial. Ketika mendapatkan hal yang dirasa tak sesuai, konsumen bisa mengadu lewat prosedur yang ada.
"Kan juga ada sarana pengaduan konsumen baik lewat UPT dan pemkot. Juga sedia kotak saran dan kami pun siap membantu sebagai pengurus paguyuban untuk penyelasainya bila ada hal-hal yang kurang puas," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan jika keluhan dari warganet itu benar maka pihaknya tidak segan-segan menutup warung itu selamanya.
"Sebab jika itu benar, makanya sanksinya jelas dan tegas, yaitu ditutup selamanya," kata dia.
"Kami pasti akan tindak tegas. Sudah kebijakan sejak awal, siapa pun yang menarik harga tidak sesuai ketentuan dan tidak normal harganya, maka sanksinya jelas. Saat itu juga ditutup dan tidak boleh jualan selamanya di Malioboro," tegasnya.
Menurut Heroe, pedagang dan komunitas di Malioboro sudah sepakat untuk menertibkan setiap anggota yang nuthuk harga.
Dia meminta kepada wisatawan untuk tak segan-segan melaporkan peristiwa serupa ke petugas di Malioboro. Mulai dari Jogoboro hingga Satpol PP yang ada di Malioboro.
