Warga Dengar Suara Ledakan dan Raungan saat Pesawat T50i Jatuh di Blora

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat T50i Golden Eagle. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat T50i Golden Eagle. Foto: Shutterstock

Lokasi jatuhnya pesawat T50i milik TNI AU berada di tengah hutan Perhutani, Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Senin (18/7). Lokasi jatuhnya pesawat berjarak sekitar 4 kilometer dari balai desa Nginggil.

Warga setempat menyebut lokasi tersebut Pertapan. Untuk menuju lokasi jatuhnya pesawat, dari desa Nginggil harus melewati jalan setapak dan berbukit. Hanya motor saja yang bisa mengakses jalan ke lokasi.

Meski berada di wilayah Perhutani, namun area jatuhnya pesawat merupakan wilayah pertanian Pesanggeng, bukan hutan lebat.

Pariyono (51) warga Desa Nginggil mengatakan, menjelang waktu salat Isya atau sekitar pukul 19.00 WIB mendengar suara ledakan di langit. Tak lama kemudian terdapat suara pesawat meraung-meraung di langit.

Menurut penuturannya terdapat dua pesawat yang terbang saat itu. Namun, salah satunya kemudian meledak.

"Suaranya seperti ada dua pesawat. Setelah terdengar suara ledakan, masih ada satu suara pesawat meraung-raung terbang mengelilingi lokasi jatuhnya pesawat," kayanya.

Serpihan pesawat T50i Golden Eagle milik TNI AU yang jatuh di Blora. Foto: Dok. Istimewa

Sementara Dari (49) warga Desa Nginggil mengatakan, sebelum mendengar suara ledakan, ia mendengar suara besi tergesek di udara. Beberapa warga juga menyaksikan nyala api di udara sebelum terdengar suara ledakan.

"Ada suara seperi besi digesek di udara sebelum terdengar suara ledakan," ungkapnya.

Petugas evakuasi jenazah Lettu Pnb Allan Safitra Indra, pilot pesawat T50i Golden Eagle yang jatuh di Blora. Foto: Dok. Istimewa

Petugas gabungan telah melakukan evakuasi puing-puing pesawat dari lokasi kejadian. Evakuasi dilakukan sejak Senin malam hingga Selasa dini hari pukul 02.00 WIB.

Sejumlah puing pesawat dikumpulkan oleh petugas. Selain itu petugas juga mengevakuasi jenazah yang diduga ialah pilot pesawat Lettu Pnb Allan Safitra Indra. Jenazah ditemukan dalam kondisi tidak lengkap diduga karena pesawat meledak.