Warga Desa Langaleso, Sigi, Masih Minim Bantuan Logistik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang terkena likuifaksi. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang terkena likuifaksi. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Sepuluh hari berlalu pascagempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Desa Langaleso Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, masih minim bantuan logistik.

Yusuf, seorang warga setempat, mengatakan saat ini bantuan dari pemerintah maupun pihak lainnya masih minim untuk desanya. Dia juga mengatakan warga desa yang mengungsi hanya mendapatkan mi instan untuk dibagikan.

“Bantuan di sini belum ada susah hanya bantuan supermie saja,” ucap Yusuf di lokasi, Minggu (7/10).

Yusuf berharap bisa segera mendapat perhatian dan bantuan, khususnya logistik, dari pemerintah atau relawan yang lain. Sebab menurutnya, warga desa sangat membutuhkan bantuan.

“Iya mohon sekali bantuannya,” ujarnya.

Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang terkena likuifaksi. (Foto: Raga Imam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang terkena likuifaksi. (Foto: Raga Imam/kumparan)

Yusuf juga mengatakan, saat ini evakuasi masih terus dilakukan oleh pihak tim SAR gabungan TNI dan Polri. Menurutnya, masih tercium bau tidak enak dan masih ada laporan dari warga mengenai anggota keluarganya yang masih hilang.

“Evakuasi itu sudah ada tapi tidak banyak. Katanya masih banyak bau-bau di sana,” jelasnya.

Desa Langaleso menjadi salah satu daerah yang terkena likuifaksi usai gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo. Selang 10 menit pascagempa, ada lumpur yang keluar dari dalam tanah yang berasal dari desa tetangga yakni Desa Jono Oge. Lumpur tersebut membuat rumah-rumah warga dari Desa Jono Oge sampai Desa Lengaleso rata dengan tanah. Hanya beberapa rumah yang tidak tertimbun lumpur namun rusak akibat gempa.

Likuifaksi merupakan fenomena yang menyebabkan tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatannya, sehingga bangunan atau tumbuhan yang berada di atasnya amblas.