news-card-video
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
chevron-down
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45

Warga di Asahan Ngaku Dijadikan Tersangka lalu Diperas, Polisi Klarifikasi

25 Maret 2025 19:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sebuah video viral di media sosial. Dalam video tersebut, perekam mengaku sebagai korban penganiayaan tapi malah diperas, lalu dijadikan tersangka.
ADVERTISEMENT
Si perekam lalu bilang, ia diperas oleh personel Polsek Prapat Panji, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
“Saya korban dijadikan tersangka, ini penyidiknya, Pak Perangin-angin, saya korban dijadikan tersangka karena saya gak punya uang ini, Pak,” kata dia.
“Saya wajib lapor satu minggu dua kali, itu pelaku gak pernah wajib lapor. Panggil Pak Kapolsek, saya mau koordinasi dengan Pak Kapolsek. Saya pak dimintain duit dua setengah (Rp 250 ribu) tiap hari,” kata dia.

Kapolsek Buka Suara

Terkait hal ini, Kapolsek Prapat Janji AKP Defta Sitepu menjelaskan bahwa video itu sudah direkam sejak lama, namun ia tidak merinci waktu pastinya.
Kasus yang menjerat perekam video, Mardian, adalah kasus penganiayaan yang berujung saling lapor.
ADVERTISEMENT
“Dalam kasus ini, ada dua orang yang saling lapor yakni Mardian dan Waris. Perkaranya juga sudah inkrah di PN Kisaran dan masing-masing sudah menjalani hukuman,” kata Defta saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (25/3).
“Masing-masing menjalani hukuman di Lapas Labuhan Ruku, masing-masing dua bulan kurungan dan 3 bulan kurungan,” jelasnya.

Kasus Pemerasan

Kasubbid Penmas Polda Sumut, Kompol Siti Rohani, juga angkat bicara soal narasi yang menyebut bahwa ada pemerasan oleh personel Polsek Parapat Janji.
Kata Siti, terkait pemerasan itu, sudah dilakukan penyelidikan. Namun, tidak terbukti.
“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap penyidik tapi tidak bisa dibuktikan adanya pemerasan,” kata Siti saat dihubungi.