Warga di Berbagai Negara Bersorak Sambut Kedatangan Kapal Barcelona di Tunisia

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga di seluruh dunia sambut kedatangan kapal Barcelona di Tunisia, Senin (8/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga di seluruh dunia sambut kedatangan kapal Barcelona di Tunisia, Senin (8/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Pelabuhan Sido Bou Said, Tunisia, menjadi titik kedatangan kapal kemanusiaan dari Barcelona, Spanyol, Minggu (7/9). Kapal-kapal itu berlabuh usai berlayar sejak 31 Agustus lalu. Salah satunya adalah kapal aktivis asal Swedia, Greta Thurnberg, yang juga tiba di hari tersebut.

Tunisia memang menjadi pusat berkumpulnya ratusan relawan dari berbagai negara. Rencananya, rombongan kapal seluruh relawan global, termasuk relawan dari Indonesia, akan berlayar ke Gaza pada Rabu (10/9). Ada lebih dari 50 kapal dan 300 relawan dari 44 negara yang berlayar dalam Global Sumud Flotilla.

Nah, suasana pelabuhan Sido Bou Said pada Minggu (7/9) amat meriah. Warga dari penjuru dunia datang membawa bendera Palestina. Selain itu, mereka juga meneriakkan 'Free, free Palestine' hingga mendengarkan berbagai orasi yang mengutuk kekejian zionis Israel.

Warga di seluruh dunia sambut kedatangan kapal Barcelona di Tunisia, Senin (8/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Salah satu warga Tunisia, Fatma, mengaku bahwa dirinya datang ke Pelabuhan sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. Dirinya memang tidak ikut berlayar, tetapi dia memastikan bahwa dirinya maupun warga Tunisia lainnya bakal terus membela Palestina.

"Kami ingin seluruh dunia bangun dari kebisuan yang mereka lakukan, lalu membela Palestina, dan semoga Palestina selalu jaya," kata Fatma saat kepada kumparan dalam bahasa Arab.

Fatma berharap gerakan Global Sumud Flotilla bakal bisa menembus blokade Gaza. Global Sumud Flotilla sendiri merupakan armada laut terbesar sepanjang sejarah yang bakal menembus blokade yang Israel lakukan sejak 2007 lalu.

"Kami berharap blokade akan dipatahkan, dan seluruh dunia akan mendengarnya. Kami akan mematahkan blokade di Gaza, insyaallah, dan perang serta penderitaan akan berakhir atas izin Allah." ungkapnya.

Fatma, warga Tunisia yang menyambut kedatangan kapal Barcelona. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Sementara itu, Cheikh Mauhammed, relawan asal Mauritania, menjadi salah satu delegasi Afrika yang bakal berlayar ke Gaza. Kepada kumparan, Mauhammed menyampaikan salam kepada seluruh dunia bahwa dirinya yang mewakili masyatakat Mauritania tidak akan membiarkan Gaza sendirian.

"Insyaallah Yang Mahakuasa sedang bersiap untuk berbaris untuk mematahkan blokade di Jalur Gaza. Lautan manusia ini mengungkapkan solidaritas Islam, solidaritas Arab, solidaritas kemanusiaan yang menolak genosida dan kelaparan," kata Mauhammed dalam bahasa Arab.

Cheikh Mauhammed, relawan asal Mauritania yang siap berlayar ke Gaza. Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan

Menurut Mauhammed, masyarakat di seluruh dunia tengah berkumpul di Tunisia untuk menyuarakan kemerdekaan Palestina. Dia percaya bahwa dengan bersatu Israel bisa dikalahkan.

"Dari Indonesia, dari Mauritania, dari Bangladesh, dari Pakistan, dari Aljazair, Tunisia, Maroko, Libya, seluruh dunia berkumpul di sini dengan satu tujuan dan satu slogan: Palestina menyatukan kita dan Gaza adalah janji kita," pungkasnya.

kumparan saat ini tengah berada di Tunisia atas undangan Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa menjadi salah satu lembaga yang berkontribusi pada pembelian kapal untuk ditumpangi oleh relawan Indonesia ke Gaza.