Warga di Sumut Terlibat Bentrok karena Sengketa Tanah, 17 Orang Ditangkap

24 Mei 2022 2:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Warga di Sumut Terlibat Bentrok karena Sengketa Tanah, 17 Orang Ditangkap (97241)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi memggelar paparan di bentrok warga dan PT BUK di Mapolda Sumut. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Bentrokan terjadi antara kelompok warga Desa Suka Maju, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dengan perusahaan PT Bibit Unggul Karobiotik (BUK). Akibat bentrokan ini, 17 orang ditangkap dan telah ditetapkan menjadi tersangka.
ADVERTISEMENT
Kapolres Tanah Karo, AKBP Ronni Nicholas Sidabutar, mengatakan peristiwa bentrokan ini terjadi pada Selasa (17/5). Keributan dilatarbelakangi persoalan sengketa tanah antara kelompok masyarakat di Puncak Siosar, Kabupaten Karo.
"Latar belakang persoalan ini karena sengketa tanah," ujar Ronni di Mapolda Sumut, Senin (23/5) malam.
Ia mengatakan, peristiwa bermula saat pihak PT BUK melakukan aktivitas dengan mendatangkan alat berat di areal sengketa ke dua pihak di Puncak Siosar. Merasa tidak terima, masyarakat meminta kegiatan itu dihentikan.
Warga di Sumut Terlibat Bentrok karena Sengketa Tanah, 17 Orang Ditangkap (97242)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi korban tawuran Foto: Muhammad Faisal Nu'man / kumparan
"Situasi memanas dan timbul tindak pidana dengan menggunakan senjata tajam, sehingga menelan korban luka-luka," kata dia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Akibat bentrok ini, tiga orang masyarakat mengalami luka akibat senjata tajam, sedangkan dari pihak PT BUK satu orang terluka.
ADVERTISEMENT
Selain korban luka, dalam peristiwa itu, 12 sepeda motor dan satu warung dibakar. Polisi lalu bertindak cepat menangkap para pelaku yang terlibat dalam insiden keributan ini.
"Ada 17 orang yang kita tangkap dan sudah ditetapkan jadi tersangka. 16 orang di antaranya dari pihak PT BUK dan satu orang dari kelompok masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, mengenai sengketa tanah, kata dia, Forkopimda Kabupaten Karo sedang menelusuri permasalahan tersebut.
"Nanti kita akan mengundang pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) dan Dinas Kehutanan untuk mencari kebenaran terkait permasalahan ini," jelasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020