Warga Duga Kebakaran di Taman Kota karena Petir Sambar Tiang Listrik

Kebakaran di Kompleks Taman Kota, Jakarta Barat, menghanguskan sedikitnya 400 rumah. Kejadian itu diduga warga berawal dari sambaran petir ke tiang listrik pada Kamis (29/3) malam.
Seorang warga Kompleks Taman Kota, Sultoni (45), mengaku melihat momen api mulai muncul saat hujan deras pada Kamis malam. Tiang listrik yang berdiri dekat tembok rumah warga mengeluarkan api saat tersambar petir.
"Saya lihat ada percikan api di tiang listrik dekat rumah saya," kata Sultoni di lokasi, Jumat (30/3).
Sambaran petir di tiang listrik itu membuat Sultoni panik. Dia langsung meminta anak dan istrinya keluar dari rumah. "Saya keluar lalu masuk lagi langsung ambil surat-surat enggak pakai pikir panjang lagi," kata dia.

Akibat percikan itu, api menjalar ke rumah warga dan melalap rumah dua orang warga yang menjadi korban tewas. Keduanya adalah Apo (70) dan Ana (40).
Sultoni menduga api semakin membesar setelah merambat ke diler sepeda motor dekat titik awal munculnya api. "Soalnya di depan rumah korban itu kan ada diler motor second, motor-motornya dititipkan di rumah sebelah rumah korban," ucap Sultoni.
Petugas dari Inafis dan Puslabfor yang datang ke lokasi lalu mengecek tiang listrik yang diduga sumber pertama kebakaran. Namun belum ada kesimpulan atas pemeriksaan itu.
Tidak hanya menelan korban jiwa, kebakaran ini juga mengakibatkan dua orang petugas pemadam kebakaran, M Rivai Hadi dan Novi Rahman mengalami luka bakar. Rivai menderita luka bakar 60 persen sementara Novi menderita luka bakar di kedua kakinya.

