Warga Ekuador Tolak Kembalinya Pangkalan Militer AS

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas pemilu menghitung suara dalam referendum Ekuador di Quito, Ekuador, Minggu (16/11/2025). Foto: Rodrigo Buendia/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Petugas pemilu menghitung suara dalam referendum Ekuador di Quito, Ekuador, Minggu (16/11/2025). Foto: Rodrigo Buendia/AFP

Warga Ekuador menolak kembalinya pangkalan militer Amerika Serikat (AS) ke negara mereka. Hal itu terlihat dari hasil referendum yang digelar pada Minggu (16/10).

Dikutip dari Reuters, saat ini sepertiga suara sudah dihitung. Hasilnya, 60 persen warga memilih "tidak" terhadap pencabutan larangan pangkalan udara asing di Ekuador.

Penolakan ini otomatis membuat pangkalan militer AS di Manta, pesisir Pasifik Ekuador, tidak akan kembali beroperasi.

Presiden Ekuador Daniel Noboa menunjukkan surat suaranya di samping istrinya, Lavinia Valbonesi, sebelum memberikan suaranya dalam referendum di Olon, Ekuador, Minggu (16/11/2025). Foto: Rodrigo Buendia/AFP

Dulunya, pangkalan militer di Manta adalah pusat operasi antinarkoba AS di kawasan Amerika Selatan tersebut.

Beberapa laporan dan analis menyebut hasil referendum merupakan pukulan telak bagi Presiden Daniel Noboa. Sang kepala negara adalah sekutu Presiden AS Donald Trump, yang masa pemerintahannya fokus mengatasi peredaran narkoba.

Voting sendiri digelar dengan latar belakang operasi udara AS terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Karibia serta Pasifik.

Masyarakat merayakan hasil pertama referendum reformasi konstitusi di Guayaquil, Ekuador Minggu (16/11/2025). Foto: Gerardo Menoscal/AFP

Dalam voting kali ini, sebanyak 14 juta warga memegang hak pilih untuk memutuskan apakah larangan pangkalan asing yang berlaku sejak 2008 perlu dicabut.

Salah seorang pemilih, Ricardo Moreno, memberikan alasan mengapa dirinya menolak kembalinya pangkalan militer AS ke Ekuador.

“Mereka ingin mencabut hak-hak kami, menjual kedaulatan kami, dan menyerahkannya kepada Trump agar ia dapat membangun pangkalan militer asing,” ucap Moreno.

Presiden Noboa pun sudah angkat bicara soal hasil referendum. Noboa berharap bisa terus fokus pada pemberantasan narkoba meski tanpa dukungan pangkalan militer asing.

“Kami menerima keinginan rakyat Ekuador,” ucap Noboa.