Warga India Tertangkap Bawa Ular ke Pesawat, Termasuk 44 Ular Berbisa Indonesia
·waktu baca 2 menit

Petugas bea cukai India menggagalkan upaya penyelundupan puluhan hewan liar yang dibawa dari Thailand ke Mumbai.
Seorang warga negara India ditangkap setelah kedapatan membawa puluhan ular berbisa, 44 di antaranya berasal dari Indonesia.
Otoritas mengungkap seluruh satwa disembunyikan di dalam bagasi terdaftar pesawat. Selain ular berbisa, tersangka juga menyelundupkan tiga ular bertanduk dengan ekor laba-laba serta lima kura-kura daun Asia.
Foto-foto yang dirilis Bea Cukai Mumbai menunjukkan ular yang disita, termasuk reptil biru dan kuning yang menggeliat dalam ember.
“Seorang penumpang yang tiba dari Thailand telah ditangkap,” demikian pernyataan resmi Bea Cukai Mumbai pada Minggu malam (1/6), dikutip dari AFP.
Identitas penumpang belum diungkap ke publik, dan kini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan.
Selundupan reptil dan hewan eksotis tergolong tak biasa di Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj, Mumbai.
Biasanya petugas lebih sering menemukan penyelundupan emas, uang tunai, narkotika, atau pil yang disembunyikan dalam tubuh penumpang.
Namun ini bukan pertama kalinya satwa langka dari Asia Tenggara masuk ke India melalui jalur udara.
Pada Februari lalu, petugas menggagalkan upaya penyelundupan lima siamang, kera kecil yang dilindungi dan berasal dari hutan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Satwa itu ditemukan dalam peti plastik yang dibungkus rapi di dalam tas troli.
Dalam beberapa bulan terakhir, petugas bea cukai Mumbai juga telah menyita kura-kura, burung rangkong, hingga anak caiman—reptil sejenis buaya—yang dibawa dari Thailand.
Semua diselundupkan hidup-hidup melalui penerbangan komersial.
Belum diketahui jenis-jenis pasti ular asal Indonesia yang disita di Mumbai, namun sebagian besar ular berbisa yang diperdagangkan ilegal termasuk dalam daftar Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), yang artinya perlindungan hukum berlaku lintas negara.
India menjadi salah satu jalur transit dan tujuan utama dalam perdagangan satwa ilegal dari Asia Tenggara.
Dengan kekayaan keanekaragaman hayati, Indonesia kerap menjadi titik awal dalam rantai penyelundupan, baik untuk ular, burung eksotis, maupun primata.
