Warga Iran Protes Penembakan Pesawat Ukraina, Desak Khamenei Mundur

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto: AFP/HO/Iranian Supreme Leader's Website
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Foto: AFP/HO/Iranian Supreme Leader's Website

Massa antipemerintah di Iran menggelar aksi protes usai insiden penembakan Ukraine Airlines yang menewaskan 176 penumpang. Militer Iran telah mengakui tembakan rudal tersebut human error.

Dilansir CNN, Minggu (12/1), ribuan orang berkumpul di luar gerbang Universitas Amir Kabir. Massa meneriakkan agar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk mundur dan menuntut pihak yang menjatuhkan pesawat tersebut segera diadili.

Ayatullah Khamenei. Foto: AFP/HO/Iranian Supreme Leader's Website
X post embed

"Kematian bagi diktator! Khamenei, malu! Tinggalkan negara," teriak massa.

Demonstrasi tersebut awalnya merupakan aksi kabung bagi 176 penumpang, termasuk sejumlah alumni Universitas Amir Kabir yang masuk dalam daftar korban tewas.

kumparan post embed

Namun, tensi aksi memanas dan berubah menjadi brutal, setelah Iran akhirnya mengakui tak sengaja menembakkan rudal ke pesawat berpenumpang sipil itu.

X post embed

Media Iran, FARS, melaporkan polisi membubarkan mahasiswa yang masuk dan memblokir jalan utama. Polisi juga sempat menahan Dubes Inggris untuk Iran, Robert Macaired, karena diduga memprovokasi para pedemo, meski akhirnya dibebaskan.

kumparan post embed

Pesawat tersebut seharusnya berangkat dari Teheran menuju Kiev pada Rabu (8/1). Saat pesawat lepas landas, Iran melepaskan tembakan ke pangkalan militer AS di Irak atas aksi balas dendam usai pemimpin pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani, dibunuh AS.

Iran pun dituduh menembak pesawat tersebut. Tudingan dibantah Iran dan sempat menyatakan jatuhnya pesawat karena masalah mesin.

kumparan post embed

Presiden Iran, Hassan Rouhani, telah mengakui peristiwa tersebut dan menyebut ini adalah tragedi besar dan kesalahan yang tidak termaafkan. Rouhani menginstruksikan jajarannya untuk menginvestigasi kasus tersebut.

"Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengidentifikasi dan mendakwa pelaku, ini tragedi besar serta kesalahan tak termaafkan," ujar Rouhani sebelumnya.