Warga Jakarta Bisa Beli Rumah DP 0 Rupiah Mulai April 2018

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Acara Groundbreaking Klapa Village (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies Acara Groundbreaking Klapa Village (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Keinginan warga DKI Jakarta untuk segera memiliki hunian murah dan layak akan terwujud dalam waktu dekat. Hunian dengan konsep DP 0 rupiah akan hadir pada pertengahan 2019 yang ditujukan bagi warga berpenghasilan di bawah Rp 7 juta.

Kendati demikian, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pendaftaran rumah DP 0 rupiah di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, baru dimulai pada April 2018. Pendaftarannya nanti akan diumumkan setelah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) terbentuk.

"Jadi nanti BLUD yang akan mengumumkan, kemudian juga proses pendaftarannya dan lain-lain lewat situ. Mudah-mudahan bulan April kita sudah selesai," kata Anies di Jalan Haji Manan, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1).

Setelah terbentuk, BLUD akan mengelola proses penerimaan dan pendaftaran bagi warga yang ingin mendapatkan rumah di Klapa Village.

Anies resmikan pembangunan hunian DP 0 Rupiah. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Anies resmikan pembangunan hunian DP 0 Rupiah. (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Di lokasi yang sama, Direktur Utama BUMD PD Pembangunan Saranan Jaya, Yoory C Pinontoan mengatakan, skema pembayaran rumah DP 0 rupiah menggunakan skema pembayaran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Skema FLPP sendiri adalah pembiayaan perumahan dengan subsidi dari pemerintah dan bank nasional, dengan suku bunga rendah selama masa cicilan. Masa cicilan sendiri berlangsung dalam jangka waktu 20 tahun dengan suku bunga 5 persen.

"Kalau FLPP kan dari pusat ya, jadi ada subsidi 5 persen," jelas Yoory.

Pembangunan hunian vertikal Klapa Village dibangun di atas lahan 1,4 hektar milik BUMD PD Pembangunan Sarana Jaya. Rencananya akan dibangun 2 tower dengan total anggaran sebesar Rp 400 miliar.

Untuk tahap pertama, PD Pembangunan Sarana Jaya akan membangun satu tower yang terdiri dari 20 lantai dan 703 unit. Nantinya, disediakan 513 unit tipe 36 dengan dua kamar seharga Rp 320 juta, dan 190 unit tipe 21 dengan satu kamar dipatok Rp 185 juta.

PD Pembangunan Sarana Jaya juga bekerja sama dengan PT TransJakarta untuk memberikan akses transportasi publik di lokasi tersebut.