Warga Kampung Apung Jakbar Keluhkan Air Keruh, Mandi Pakai Air Galon
·waktu baca 2 menit

Warga Kampung Apung, Kapuk Teko, Muara Angke, terutama yang berdomisili di daerah Kalideres dan Cengkareng, Jakarta Barat, mengeluhkan kualitas air yang keruh dan tidak layak konsumsi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menerima laporan tersebut dan memerintahkan Pemkot Jakarta Barat untuk segera menyalurkan bantuan air bersih.
“Air PAM juga enggak masuk. Ketika air keluar bening, tapi 20-30 menit kemudian keruh dan tidak bisa dikonsumsi,” demikian laporan yang disampaikan kepada Pramono saat peninjauan lahan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat, Senin (27/10). Menurutnya, setidaknya ada 2 RT yang terdampak.
Sehingga, warga sekitar terpaksa menggunakan air galon/isi ulang ataupun air tanki yang diperjualbelikan di sekitar kawasan tersebut untuk memenuhi suplai air bersih.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, yang hadir bersama Pram, membenarkan laporan tentang kondisi kampung itu. Ia akan segera menindaklanjuti keluhan itu.
“Segera saya koordinasi dengan PAM untuk dikirimkan air bersih. Karena memang betul untuk Cengkareng dan Kalideres, kekurangan air bersih dan akses PAM masih dalam proses. Insyaallah dalam waktu dekat nanti masuk,” ujarnya.
Sambil menunggu pemasangan jaringan air selesai, Pemkot Jakbar akan mengirimkan suplai air bersih dari PAM ke warga terdampak.
“Untuk sementara ini kami akan koordinasi dengan PAM untuk segera dikirim bantuan air,” kata Uus.
Pramono Anung sempat mengunjungi Kampung Apung pada 25 Oktober 2024, saat dirinya masih menjadi calon Gubernur DKI Jakarta.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan warga di Kampung Apung.
Saat itu, warga yang telah tinggal di atas air selama puluhan tahun tersebut berharap bisa mendapatkan akses air bersih dan jalan masuk beraspal ke wilayah mereka.
