Warga Kirim Doa dan Tabur Bunga di Lokasi Bripka Arya Ditembak Begal di Lampung

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah warga tampak berdoa di hadapan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap anggota polisi yang tewas ditembak saat menggagalkan curanmor di Lampung Geh, Bandar Lampung. Foto: Dok. Lampung Geh
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah warga tampak berdoa di hadapan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap anggota polisi yang tewas ditembak saat menggagalkan curanmor di Lampung Geh, Bandar Lampung. Foto: Dok. Lampung Geh

Anggota Ditintelkam Polda Lampung, Bripka (Anumerta) Arya Supena, yang gugur ditembak begal saat memergoki aksi pencurian motor di Bandar Lampung, mendapat simpati dari masyarakat.

Pantauan di lokasi, sejumlah warga tampak meletakkan bunga dan berdoa di tempat kejadian perkara (TKP) sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap Arya yang gugur saat menjalankan tugasnya.

Bunga-bunga itu diletakkan di sekitar lokasi penembakan, tepatnya di Jalan ZA Pagar Alam, Bandar Lampung. Sejumlah warga yang melintas juga tampak berhenti sejenak untuk melihat lokasi kejadian.

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan peristiwa bermula saat Arya yang tengah piket mendapati pelaku sedang melakukan aksi pencurian.

Karangan bunga yang ditaruh di lokasi kejadian sebagai bentuk belasungkawa dan penghormatan terhadap anggota polisi yang tewas ditembak saat menggagalkan curanmor di Lampung Geh, Bandar Lampung. Foto: Dok. Lampung Geh

Saat ditegur, pelaku disebut melakukan perlawanan hingga terjadi pertikaian dengan korban. Dalam insiden tersebut, Arya ditembak di bagian kepala kanan hingga meninggal dunia.

“Ditemukanlah pelaku sedang melakukan pencurian. Kemudian ditegur, mereka berbalik, sempat berantem sama anggota, kemudian anggota langsung ditembak di kepala bagian kanan,” kata Helfi.

Polisi menduga pelaku berjumlah dua orang dan kini masih dalam pengejaran polisi. Polisi juga masih menyelidiki jenis senjata api yang digunakan pelaku serta mendalami informasi terkait senjata milik korban yang disebut hilang usai kejadian.

"Sedang kita lakukan penyelidikan. Kita konfirmasi nanti apakah itu senjata anggota atau senjata para pelaku. Yang pasti pelaku juga membawa senjata," kata Helfi.

Polda Lampung menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan bersenjata karena dinilai membahayakan masyarakat.