Warga Lampung Timur Mengungsi Usai Dengar Kabar Surutnya Air Laut

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Desa Way Muli, Lampung Selatan usai terkena tsunami. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Desa Way Muli, Lampung Selatan usai terkena tsunami. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Warga pesisir Timur Kabupaten Lampung Timur kembali dibuat panik pada Senin (24/12) terkait adanya informasi yang mengatakan bahwa air laut di pantai setempat surut. Informasi itu pun sontak memantik rasa panik sejumlah orang yang membuat mereka memilih untuk mengungsikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

"Ribuan orang malam ini ngungsi karena ada kabar akan ada tsunami, karena air lautnya surut," kata Darmanto, warga Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai seperti dikutip dari Antara, Selasa (25/12).

Senada dengan Darmanto, Saiun, salah seorang warga Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai pun memperoleh kabar serupa yang mengatakan sejumlah warga telah mengungsi. "Iya pada ngungsi, warga ketakutan," ujar Saiun.

Kendati Demikian, Umam salah seorang warga yang rumahnya tepat di tepi pantai tepatnya di Desa Margasari, tak serta merta mempercayai informasi tersebut. Menurutnya peristiwa surutnya air laut adalah peristiwa yang lumrah dan acapkali terjadi.

"Memang surut tapi ini sering terjadi setiap malam, " kata Umam.

Kondisi Desa Way Muli, Lampung Selatan usai terkena tsunami. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi Desa Way Muli, Lampung Selatan usai terkena tsunami. (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)

Bhabinkantibmas Desa Margasari, Bripka Koko membenarkan terkait informasi mengungsinya warga. Meski sejumlah warga telah bergerak ke lokasi yang dinilai lebih aman, Koko mengatakan agar warga dapat lebih tenang dalam menyikapi sejumlah informasi yang datang.

"Benar tapi kita sedang beri imbauan agar tidak panik dan tetap waspada," kata dia.

Untuk meminimalisir dampak kepanikan warga, Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menyatakan telah meminta jajarannya menenangkan warga. Taufan pun menambahkan bahwa ia telah menghubungi pihak BMKG Lampung. Hal tu dilakukannya agar masyarakat dapat memperoleh rujukan informasi yang dapat dipercaya kebenarannya oleh masyarakat.

"Kami sedang berusaha mencari informasi dari BMKG Bandarlampung, dan kami sudah minta kapolsek mengimbau warga tidak panik namun waspada," kata Taufan.

Hingga pukul 17.00 WIB Senin (24/12) sore, BNPB merilis jumlah korban meninggal akibat Tsunami Selat Sunda telah mencapai angka 373 orang, 1.459 orang luka-luka, 128 orang hilang, dan 5.665 orang mengungsi.