Warga Lihat Heli Basarnas yang Jatuh di Temanggung Terbelah Dua

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Helikopter Basarnas Jatuh di Temanggung (Foto: Dok. Tagana)
zoom-in-whitePerbesar
Helikopter Basarnas Jatuh di Temanggung (Foto: Dok. Tagana)

Helikopter Dauphin HR 3602 milik Basarnas yang jatuh di Desa Canggal, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah, kini dalam keadaan mengenaskan. Beberapa warga Desa Canggal menyebutkan helikopter sampai terbelah menjadi dua bagian.

Rozin adalah satu dari beberapa warga yang melihat langsung momen jatuhnya kendaraan udara itu. Menurutnya, ketika helikopter jatuh terdengar suara gemuruh dan benturan keras.

Awalnya, kata Rozin, warga Desa Canggal tidak tahu yang menyebabkan suara keras itu adalah helikopter. "Sejumlah warga termasuk saya berusaha mencari ke lokasi suara benturan keras tersebut, ternyata helikopter jatuh," katanya, seperti dilansir Antara, Minggu (2/7).

Ia menuturkan helikopter terbelah menjadi dua bagian. Tampak pula dua orang tergeletak di lokasi tersebut yang diduga meninggal dunia. "Warga tidak berani mendekat, karena ada bunyi seperti alarm dari helikopter tersebut," katanya.

Rozin menyebutkan, warga sampai di lokasi kejadian sekitar 17.30 WIB. Hanya saja, beberapa waktu kemudian turun kembali ke desa. Menurutnya, jarak antara desa dengan lokasi kejadian ditempuh sekitar satu jam dengan berjalan kaki.

Helikopter yang sempat bersiaga di pintu keluar tol darurat Gringsing, Jawa Tengah, hendak berangkat ke dataran tinggi Dieng. Rencananya, anggota Basarnas yang ada dalam helikopter itu akan mengevakuasi wisatawan sekitar lokasi erupsi di Kawah Sileri.